Disomasi Eks Tapol, Gus Dur Balas Mengadu ke Polisi

Disomasi Eks Tapol, Gus Dur Balas Mengadu ke Polisi

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2005 14:54 WIB
Jakarta - Gus Dur dikirimi surat somasi oleh 9 eks tapol termasuk Pramoedya Ananta Toer. Karena tidak terima, Gus Dur ganti mengadukan hal itu ke polisi. "Saya ingin membersihkan nama baik," kata Gus Dur.Untuk menampung pengaduannya, polisi menyempatkan datang ke rumah Gus Dur di Jl Warung Silah, Ciganjur, Jaksel, Kamis (17/3/2005). Polisi datang karena Gus Dur tidak bisa datang ke kantor polisi setelah kakinya diserang penyakit mata ikan. Penyakit itu membuat kakinya bengkak dan tidak bisa berjalan normal.Dalam pengaduannya ke polisi, Gus Dur didampingi oleh pengacaranya, Chudry Sitompul SH dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Indonesia (UI).Cudhry menjelaskan dasar pengaduan Gus Dur ke polisi. Pada tanggal 10 Januari lalu, Gus Dur mendapat somasi dari LBH Jakarta. Dalam somasi itu terdapat surat kuasa yang ditandatangani 14 September 2004 oleh 9 eks tapol, yaitu Nani Nurani, Mbong Sudiatmo, Dadang, Haryono, Marmoto, Harifin Hasri, Syafei Simatupang dan Pramoedya Ananta Toer.Tapi dalam surat somasi itu nama Gus Dur tidak terncantum. Yang terncatum adalah nama Presiden Soeharto dan BJ Habibie. Keduanya disomasi karena dianggap tidak bisa memulihkan hak-hak eks tapol."Tapi Gus Dur dikirimi surat somasi itu, padahal namanya tidak tercantum di surat somasi," kata Chudry.Tidak SenangMeski namanya tidak tercantum, tapi Gus Dur merasa dia juga disomasi mengingat surat itu ditujukan padanya juga. "Saya tidak senang dengan perbuatan eks tapol yang ingin melakukan somasi. Secara psikologis saya telah menyantuni mereka dengan mencabut Tap MPRS No XXV/1966 tentang Pelarangan Ajaran Marxisme, Leninisme dan Komunisme," urai Gus Dur pada wartawan usai dua penyidik Polda Metro Jaya meninggalkan kediamannya di Jl Warung Silah, Ciganjur, Jaksel, Kamis (17/3/2005) pukul 13.00 WIB."Somasi itu salah alamat karena dia tidak ada di dalam surat somasi. Saya nggak senang, saya merasa diganggu. Sudah ditolong kok malah begitu," protes Gus Dur lagi.Penyomasi Anda salah satunya adalah sastrawan Pramoedya, padahal Anda kan dekat dengannya? "Ya, saya dekat sekali dengan Pram. Saya juga heran mengapa Pram begitu. Dalam surat kuasa itu, nama Pram itu memang ada, tapi tidak ada tanda tangannya," tutur Gus Dur.Meski mengadukan ke polisi, tapi Gus Dur tidak menuntut siapa-siapa. "Kita nggak nuntut siapa-siapa. Kita hanya melaporkan ada keadaan seperti ini, nanti tergantung pihak polisi," kata Chudry.Dikatakannya pula, sebenarnya Gus Dur sudah menjawab secara resmi surat somasi yang diajukan melalui LKBH UI ke LBH Jakarta tanggal 16 Februari. Hanya saja, tidak ada tanggapan apa-apa hingga kini sehingga dilaporkan Gus Dur ke polisi."Saya nggak mau mereka punya anggapan, saya menentang PKI atau komunis. Saya dengan mereka (eks tapol) tidak ada persoalan," imbuh Gus Dur. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads