"Yang terjadi di Lapas Kerobokan Bali bukan kerusuhan tapi keributan yang di picu oleh penitipan tahanan kasus Teuku Umar sebanyak 11 orang yang ditolak kehadirannya oleh penghuni Lapas," jelas Kasubdit Komunikasi Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM Akbar Hadi, Jumat (22/4/2016).
Menurut Akbar, peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/4) malam. 11 Napi ini diketahui dari kelompok yang berbeda dengan Napi yang sudah ditahan di LP Kerobokan. Peristiwa Teuku Umar yakni bentrok antara dua kelompok di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah situasi saat ini sudah terkendali, kerusakan beberapa kaca kantor pecah dan pintu blok rusak," tutup dia. (dra/dra)











































