Diselamatkan Pamdal, Agung Lolos dari Kepungan Mahasiswa
Kamis, 17 Mar 2005 14:17 WIB
Jakarta - Pasca kericuhan saat sidang paripurna DPR Rabu kemarin, Ketua DPR Agung Laksono termasuk sosok yang banyak dicari-cari oleh mereka yang menolak kenaikan BBM. Termasuk para mahasiswa yang melakukan aksi di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2005).Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Jakarta dan Bandung Raya ini mengirimkan perwakilan untuk masuk ke Gedung DPR guna menemui pimpinan dewan. Maka dipilihlah 13 orang ketua BEM masuk ke gedung Nusantara III.Mereka diarahkan oleh Pamdal DPR menuju ruang Humas untuk membuat janji dengan para pimpinan dewan. Namun, keinginan mahasiswa untuk bertemu Ketua DPR Agung Laksono tampaknya tak disetujui dengan alasan Agung sibuk. Mahasiswa hanya dijanjikan bertemu dengan Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif.Saat mereka keluar ruangan Humas DPR, mahasiswa melihat Agung Laksono keluar dari lift Gedung Nusantara III tempat ia melakukan rapat konsultasi. Sontak para mahasiswa berlarian mengejar Agung sambil berteriak-teriak memanggil nama Agung. Tim pengamanan Agung tak menduga mendapat serbuan 13 mahasiswa tersebut, sehingga tak bisa menahannya. Para mahasiswa langsung mengerubungi dan menagih janji, termasuk meminta waktu bertemu. "Kapan kita ketemu Pak Agung" desak mahasiswa. Agung pun menjawab enteng. "Tunggu sebentar. Saya ada keperluan dulu." tolaknya. Mahasiswa terus mendesak dan mencoba menghalangi laju jalan Agung Laksono, tetapi ditarik tim keamanan DPR yang jumlahnya semakin banyak. Dan akhirnya, Agung berhasil diselamatkan Pamdal DPR dan segera menuju mobilnya.Salah seorang mahasiswa berteriak secara emosional, "Pak Agung akan kami tunggu. Jangan berbohong," ujarnya. Tak berhasil berdialog dengan Agung Laksono, para perwakilan mahasiswa menurut rencana akan ditemui Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif pada pukul 14.00 Wib di Gedung Nusantara III.
(jon/)











































