Merasa Dihantui, Agus Mengaku Menyesal Bunuh dan Mutilasi Nur Atikah

Merasa Dihantui, Agus Mengaku Menyesal Bunuh dan Mutilasi Nur Atikah

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 21 Apr 2016 18:53 WIB
Foto: Istimewa/Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Kusmayadi alias Agus (31) merasa tidak tenang setelah membunuh dan memutilasi kekasih gelapnya, Nur Atikah alias Nuri (33). Agus pun mengungkapkan penyesalan mendalamnya atas perbuatannya itu.

"Sudah begini, saya hanya bisa menyesal, Pak," ujar Agus pelan saat diinterogasi polisi di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Agus pun terus tertunduk ketika penyidik memberondongnya dengan berbagai pertanyaan. Termasuk ketika ditanya mengapa ia sampai tega memutilasi korban setelah membunuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu karena saya khilaf, Pak," imbuhnya.

Agus mengakui jika ia memiliki hubungan asmara terlarang dengan Nuri, janda beranak 2 asal Lebak, Banten. Agus sadar, statusnya yang tidak lagi lajang seharusnya tidak menjalin hubungan dengan korban.

"Saya suka sama dia dan dia juga bilang suka sama saya, Pak," cetusnya.

Tapi apalah arti suka, cinta dan sayang jika harus menghilangkan nyawa. Apalagi, Agus mengetahui bahwa Nur sedang berbadan dua saat itu.

Kini, penyesalan tinggal penyesalan. Semua tidak akan kembali seperti sedia kala. Yang ada, Agus harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas pembunuhan tersebut.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan pihaknya masih akan mengkonstruksikan pasal untuk Agus.

"Nanti kita lihat dulu konstruksi pasalnya, apakah pembunuhan ini direncanakan atau tidak. Yang bersangkutan juga kan belum di-BAP," ujar Krishna saat dihubungi detikcom.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Irman Sugema. "Nanti kita dalami dulu, kalau perencanaan kita lihat dulu memenuhi unsur perencanaan atau tidak," ungkap Irman. (mei/bag)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini