Hari Kartini, Kedubes AS Luncurkan Aplikasi 'Help' untuk Lindungi Perempuan dan Anak

Hari Kartini, Kedubes AS Luncurkan Aplikasi 'Help' untuk Lindungi Perempuan dan Anak

Bisma Alief - detikNews
Kamis, 21 Apr 2016 17:38 WIB
Hari Kartini, Kedubes AS Luncurkan Aplikasi Help untuk Lindungi Perempuan dan Anak
Foto: Bisma Alief/detikcom
Jakarta - Bertepatan pada Hari Kartini, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia menggelar soft launching aplikasi berbasis android bernama 'HELP' di @america, Pasific Place, Sudirman. Aplikasi ini nantinya akan memberi informasi kepada perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan kemana mereka harus melapor.

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake, perwakilan dari Kementerian Hukum dan Kriminal Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Gerald Heuett dan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri, Kombes Napoleon Bonaparte. Hadir juga perwakilan polwan dari seluruh polda yang sedang belajar menjadi penyidik kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Robert mengatakan, alasan Kedubes Amerika Serikat membuat aplikasi ini karena semua Kedubes Amerika Serikat di seluruh dunia menaruh perhatian khusus pada kekerasan perempuan dan anak. Apalagi saat ini banyak tindakan kriminal pada perempuan dan anak yang dilakukan melalui dunia maya. Seperti tindakan prostitusi dan perdagangan manusia. Ini  membuat Robert berpikir mengapa tidak membuat aplikasi untuk melindungi mereka.

"Jadi aplikasi ini punya 2 fungsi utama, yaitu untuk para korban mendapat bantuan secara cepat dalam keadaan darurat. Serta bisa memberi edukasi segala hal tentang keadaan darurat dan apa yang harus dilakukan. Saya percaya bila wanita diberdayakan dengan benar akan memberi banyak manfaat untuk masyarakat," ujar Robert, Kamis (21/4/2016).

"Yang terpenting, aplikasi ini didesain, dibuat dan dikembangkan oleh orang Indonesia dan untuk orang Indonesia juga. Kami hanya membantu pendanaan saja tapi tidak banyak," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara khusus Robert juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena menjadikan isu perlindungan perempuan dan anak menjadi kebijakan utama di kebijakan luar negerinya. Keputusan Polri yang akan menaruh 2 polwan di setiap polsek juga mendapat apresiasi dari Robert.

"Adanya polwan di setiap polsek sangat penting. Karena perempuan biasanya segan melaporkan kejahatan yang dialami kepada polisi pria," katanya.

Saat awal membuka aplikasi 'Help', akan muncul peta disertai 4 tombol di bawahnya. Yaitu tombol hotline untuk menghubungi Kementerian Sosial dan Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak, tombol buzz untuk menghubungi orang terdekat bila dalam keadaan darurat, tombol 110 untuk menghubungi polisi terdekat dan tombol SOS yang bisa merekam suara dan lokasi selama 10 detik dan akan disambungkan ke polisi.

Selanjutnya ada pilihan menu yang terdiri dari dua konten, yakni onten umum dan konten spesifik. Dalam konten umum terdapat peraturan dan undang-undang tentang perempuan dan anak, e-library, statistik dan lembaga terkait perempuan dan anak.

"Pada konten spesifik ada pilihan peta, trafficking, KDRT, perlindungan anak, kekerasan seksual, psikologi dan kegiatan pemberdayaan. Ini berisi konten-konten yang diambil dari sisi korban. Sehingga kita tahu bagaimana perasaan korban dan kita tahu apa yang harus kita lakukan," kata Dina Ernawati sebagai pimpinan proyek Woman Leadership Devolepment Project.

(jor/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads