Malaysia Tetap Tolak Asing Terlibat Pengamanan Selat Malaka
Kamis, 17 Mar 2005 14:01 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia kembali menegaskan bahwa pengamanan Selat Malaka merupakan tanggung jawab Malaysia, Indonesia dan Singapura saja. Penegasan itu disampaikan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak."Kami akan melakukan apapun yang kami mampu, namun prinsip kedaulatan harus dihormati," tegas Najib yang juga menjabat Menteri Pertahanan, seperti diberitakan AFP, Kamis (17/3/2005).Pernyataan ini disampaikan Najib menanggapi rencana Jepang untuk mengerahkan kapal meriam guna membantu menyelamatkan dua warga negaranya yang diculik para perompak di Selat Malaka. Kedua warga Jepang itu diculik bersama-sama seorang warga Filipina dari sebuah kapal Jepang di perairan sibuk tersebut pada Senin (14/3/2005) lalu. Malaysia menuding kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai pelaku penculikan tersebut. "Perompak itu berasal dari Indonesia. Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa mereka adalah anggota GAM," tuding Pejabat Operasional Polisi Perairan Kawasan Utara Malaysia Mochtar Othman, Rabu (16/3/2005) kemarin di Kuala Lumpur. GAM membantah keras tuduhan ini.Sebelumnya penjaga pantai Jepang menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal-kapal patroli dan pesawat ke daerah Selat Malaka, jika Malaysia memintanya. Namun Malaysia menampik tawaran tersebut.Negeri Jiran itu telah berulang kali menolak keterlibatan pasukan AS ataupun pasukan asing lainnya dalam pengamanan di Selat Malaka. Alasannya, hal itu akan melanggar kedaulatan negara dan justru akan memancing aksi terorisme.
(ita/)











































