Pertemuan pertama digelar dengan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz di kantornya, Brussels, Belgia, Kamis (21/4/2016). Presiden Jokowi dan rombongan disambut ramah di kantor parlemen, berfoto bersama, dan menggelar pertemuan tertutup.
Untuk diketahui, parlemen Eropa di Indonesia semacam DPR dalam konteks Uni Eropa, sementara Dewan Eropa di Indonesia semacam DPD yang berisi perwakilan tiap negara yang tergabung dalam Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Menlu Retno mengatakan bahwa ini untuk pertama kalinya Presiden Indonesia diterima oleh 3 Presiden Uni Eropa. Hal ini menegaskan posisi Indonesia yang terbuka dan siap bersaing dalam konteks global dalam hal ini Uni Eropa.
"Indonesia adalah negara pertama di Asia tenggara yang memiliki partnership cooperation agreement (CPA) dengan Uni Eropa, dan kunjungan Presiden ini dalam rangka mengisi pondasi yang sudah solid dengan hal-hal konkret terutama bidang ekonomi," ucap Menlu Retno sebelum pertemuan.
Menurut Retno, setelah bertemu parlemen dan dewan Eropa, Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker. Pertemuan dengan komisi ini paling strategis karena membicarakan perjanjian ekonomi Indonesia-Uni Eropa.
Selain kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Jokowi juga akan menggelar pertemuan dengan CEO-CEO besar Eropa termasuk berasal dari perusahaan Nordik.
"Semula para CEO akan bertemu di Jerman, tapi programnya sangat padat maka mereka meminta bertemu di Brussels," lanjut Retno.
Hingga pukul 11.55 waktu setempat, atau 16.55 WIB pertemuan Jokowi dengan Dewan Eropa masih berlangsung.
(miq/jor)











































