"Hari ini Presiden akan bertemu Presiden Parlemen Eropa, Dewan Eropa, Komisi Eropa dan Raja Belgia. Jadi dari aspek bilateral bertemu Raja Belgia," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Hotel Wiltcher's Steigenberger di Brussels, Belgia, Kamis (21/4/2016) sekitar pukul 08.20 waktu setempat atau 13.40 WIB.
Petinggi Uni Eropa yang akan bertemu Presiden adalah Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, dan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker bertempat di kantornya masing-masing.
![]() |
Menlu mengatakan di samping pertemuan kenegaraan tersebut, akan ada dua kegiatan bisnis yaitu High Representative-Vice President Komisi Eropa, Mrs Federica Mogherini dengan beberapa CEO besar dan perusahaan besar dari Nordik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno juga menuturkan ini untuk pertama kalinya Presiden Indonesia diterima 3 Presiden di Belgia yaitu parlemen, dewan dan komisi. Di Indonesia setara dengan DPR, DPD dan pemerintah.
"Indonesia negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki partnership cooperation agreement dengan Uni Eropa," lanjut Retno soal tujuan pertemuan itu.
Secara spesifik, pertemuan Presiden Jokowi dengan komisi Eropa membahas Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Ini persiapan untuk perdagangan yang lebih komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa.
Isu lain yang dibahas dalam pertemuan Presiden dengan Raja Belgia adalah tentang toleransi. Isu ini menjadi penting bari negara-negara di Eropa terutama terkait dengan ekstrimisme, radikalisme dan terorisme.
"Sekarang di mana-mana Indonesia diminta pendapatnya mengenai mengembangkan masyarakat majemik, toleransi dan saat yang sama punya penduduk muslim terbesar dan saat yang sama juga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi terjaga," ucap Menlu Retno.
Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, agenda pertama pertemuan dengan High Representative-Vice President Komisi Eropa, Mrs. Federica Mogherini baru saja digelar.
(miq/jor)











































