Cerita Akhir Pelarian Agus Terduga Mutilasi Wanita Hamil

Cerita Akhir Pelarian Agus Terduga Mutilasi Wanita Hamil

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 21 Apr 2016 09:26 WIB
Cerita Akhir Pelarian Agus Terduga Mutilasi Wanita Hamil
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Kusmayadi alias Agus (31), terduga kasus mutilasi Nur Atikah alias Nuri (33) akhirnya ditangkap saat 'reuni' dengan teman-teman lamanya di Surabaya. Ia tidak berkutik dan air matanya pun menetes.

Genap sepekan buron, Agus ditangkap oleh tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Kabupaten dan Polsek Cikupa tepatnya di Rumah Makan Padang Sari Bundo, Jl Masrip, Karangtilang, Surabaya, Jatim pada Rabu 20 April siang.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kombes Krishna Murti, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan dan Kanit III Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Awalaudin Amin.
Β 
Kepada teman-temannya, pria yang disebut-sebut menjalin asmara dengan Nuri itu mengaku sedang main di Surabaya. Ia rupanya pernah bekerja di rumah makan tersebut sekitar tahun 2011. Ketika ditangkap polisi, Agus terkejut dan menangis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, Agus cukup licin saat menjadi buronan polisi. Polisi melacak jejak Agus mulai dari Banten, Jakarta, Lampung, hingga Palembang. Pria yang telah beristri dan beranak satu ini sempat menjual handphone di Pasar Tigaraksa, Tangerang sebelum melarikan diri demi bertahan hidup di pelarian. Β 

Agus akhirnya menghentikan langkahnya. Ia kini diperiksa intensif oleh polisi.

Begini 4 kisah pelarian Agus:

1. Ditangkap di Surabaya

Foto: Dok. Istimewa
Setelah melarikan diri selama sepekan, Kusmayadi alias Agus (31), terduga pemutilasi Nur Atikah (33) alias Nuri akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan. Agus ditangkap di kawasan Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti saat dikonfirmasi, membenarkan penangkapan Agus tersebut. "Betul yang bersangkutan sudah ditangkap, saat ini masih dalam pemeriksaan intensif," ujar Krishna kepada detikcom, Kamis (21/4/2016).

Agus ditangkap tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Kabupaten dan Polsek Cikupa di Rumah Makan Padang Sari Bundo, Jl Masrip, Karangtilang, Surabaya, Jatim pada Rabu (20/4) siang.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kombes Krishna Murti, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan dan Kanit III Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Awaludin Amin.

Seorang sumber detikcom menyebut, Agus ditangkap saat sedang menemui temannya di rumah makan tersebut. Agus memang diketahui pernah bekerja di rumah makan tersebut sekitar tahun 2011.

2. Menangis

Foto: Istimewa
Agus sempat menangis saat polisi menangkapnya di Surabaya.

"Dia terkejut waktu kita tangkap dan langsung menangis," ujar seorang perwira yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, Kamis (21/4/2016).

Agus ditangkap tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Tangerang dan Polsek Cikupa di Rumah Makan Selero Bundo, Jl Masrip, Karangpilang, Surabaya, Jatim pada Rabu (20/4) kemarin. Agus saat itu sedang menemui teman lamanya yang bekerja di rumah makan tersebut.

"Dia lagi nemuin temannya, karena dulu sekitar tahun 2011 dia kerja di situ," ungkap sumber.

Kepada teman-temannya di situ, Agus mengaku bahwa dia ke Surabaya sedang main. "Ya dia bilang lagi main-main saja ke Surabaya, terus mampir karena kangen teman-temannya," lanjut peraiwa ini.

3. Licin Bagai Belut

Foto: Dok. Polsek Cikupa
Sepak terjang Agus menghindari buruan polisi licin bagai belut.

Agus masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak menghilang saat jasad Nur Atikah yang termutilasi kaki dan tangannya ditemukan ditemukan di rumah kontrakannya di Talagasari, Cikupa, Tangerang, pada Rabu (13/4) lalu. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, dugaan pelaku mengarah kepada Agus.

Ia kini terus diburu oleh tim gabungan Polsek Cikupa, Polres Tangerang dan Polda Metro Jaya. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan timnya sudah melacak Agus ke beberapa tempat yang diduga sebagai tempat persembunyian Agus.

"Anggota sudah turun ke Lampung, ke Palembang untuk mengejar Agus ini karena informasinya dia ada di situ," ujar Herry kepada detikcom, Rabu (20/4/2016).

Tim bahkan hingga ke luar Jawa. Tetapi, polisi tidak mendapatkan apa-apa di sejumlah lokasi tersebut. Polisi telah mendatangi rumah istri Agus di Kampung Jambu, Bogor. Terakhir, Agus terdeteksi berada di kawasan Bukti Duri, Jaksel. Tapi lagi-lagi, Agus begitu licin.Β  Ketika tim bergerak ke lokasi tersebut, Agus telah menghilang.

4. Jual Handphone

Foto: isitimewa
Kusmayadi alias Agus (31) melarikan diri setelah diduga memutilasi Nur Atikah (33). Demi menyambung hidup, Agus menjual telepon genggam milik korban.

Handphone Samsung J1 warna hitam itu dijualnya di Pasar Tigaraksa, Tangerang. "Kami sudah menyita handphone korban, yang sempat dijual kepada seseorang di Pasar Tigaraksa, Tangerang," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada detikcom, Rabu (20/4/2016).

Handphone itu dijualnya sebelum melarikan diri. Polisi mengetahui hal itu setelah mendapatkan petunjuk yang mengarahkan ke pasar tersebut. "Handphonenya itu dijual Rp 500 ribu," imbuhnya.

Agus telah dicari ke sejumlah tempat di Jakarta, Banten bahkan hingga ke Surabaya. Polisi saat ini terus mencari pelaku ke beberapa lokasi.
Halaman 2 dari 5
(aan/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads