"Kegiatan tersebut kami lakukan sebagai upaya persuasif terhadap rekan-rekan pekerja di Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka memperingati Hari Buruh 1 Mei nanti," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi kepada detikcom, Kamis (21/4/2916).
Kegiatan 'ngobrol bareng' dengan serikat buruh itu dilakukan di ruang tunggu Terminal Pelni Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu (20/4/2016) siang. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menyampaikan sejumlah imbauan kepada para serikat pekerja di antaranya untuk tidak melakukan aksi sweeping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga peringatan May Day pada hari minggu 1 Mei 2016 dapat berjalan dengan tertib, aman, tidak ada pelanggaran hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum sifatnya mengingatkan sesui dengan undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum pasal 9 ayat 2 huruf a , diatur mengenai tempat atau lokasi penyampaikan pendapat bahwa pelabuhan tidak boleh dilaksanakan unjuk rasa di lokasi yang telah ditentukan," paparnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir ratusan orang dari SBTPI,Ketua PUK SPSI P, Koperasi TKBM, SPMI Saka, SP LEM SPSI PT DKB, SP.DKB, Koperasi TKBM, STKBM, KSBSI,SPTJR, SP MTI, SBPI, SP SEKAR JICT, FSPMI, SBPN, SPPI, SPB Koja, SP JICT, FSPTI, SP TPK Koja, dan SPC.
Sementara Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Dodi mengatakan piknya menerima laporan akan adanya demo terkait peringatan hari buruh tersebut.
"Mereka akan melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok dan diharapkan semua unsur dapat bersinergis dengan polres sehingga agenda peringatan May Day dapat berjalan kondusif," tutupnya. (mei/hri)











































