Tiga Anggota DPRD Jabar Ikut Long March Tolak BBM
Kamis, 17 Mar 2005 12:02 WIB
Bandung - Tiga orang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ikut membubuhkan tanda tangan penolakan kenaikan harga BBM di spanduk berukuran 7x1 meter yang dibawa sejumlah elemen mahasiswa di depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung, Kamis, (17/3/2005).Sebelumnya ratusan mahasiswa yang menjalankan aksi demo ini sempat meminta tanda tangan kepada aparat kepolisian yang tengah menjaga aksi tersebut. Namun tidak ada satu pun dari aparat yang bersedia membubuhkan tanda tangannya."Untuk demokrasi tidak ada alasan rasional pun untuk menaikkan BBM. Eksekutif harus segera mencabut kebijakan kenaikan BBM," kata Syaiful Huda, anggota dewan dari Fraksi PKB.Selain syaiful, dua anggota DPRD lain yang ikut membubuhkan tanda tangan adalah Ahmad Abid dari FPAN dan Budiyana dari FPDIP. Aksi demo yang dilanjuti dengan long march ini diikuti sekitar 300 mahasiswa dari KAMMI, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan dari Front Aktivis Mahasiswa Unisba serta sejumlah anggota PRD yang membawa puluhan bendera, spanduk dan poster.Poster dan spanduk itu antara lain bertuliskan, 'Copot Menteri Anti Rakyat', 'Masyarakat Dilarang Sakit dan Sekolah', serta 'Tolak Kenaikan Harga BBM'.Setelah menyampaikan orasi di depan Gedung Sate, pada pukul 12.19 WIB pendemo melanjutkan aksinya dengan long march yang diikuti tiga anggota dewan tersebut. Jalur long march itu diawali dari Jalan Diponegoro menuju Jalan Suropati, Jalan Dago dan Jalan Merdeka yang merupakan pusat kota Bandung untuk menyerukan kepada warga Bandung agar ikut serta menolak kenaikan harga BBM.
(umi/)











































