"Makanya begitu masuk (Jokowi-Ahok memimpin DKI -red), kita sudah curiga. Pengawasan itu enggak gampang. Makanya kita ganti yang profesional sekarang," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/4/2016).
Soal kasus itu sendiri, Ahok mengaku tak tahu menahu. Dia menyerahkan persoalan itu kepada penegak hukum yakni Kejaksaan Tinggi DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Eks Dirut Bank DKI Jadi Tersangka Korupsi Penyaluran Kredit Rp 267 M)
Kembali ke soal pengawasan yang mencegah terjadinya praktik korupsi, Ahok berharap pada kebijakan 'go public' Bank DKI. Dengan langkah itu, ada kemitraan dengan bank-bank lain yang lebih profesional, maka pengawasan pun bakal terdongkrak.
"Kalau dia go public terus ada strategic partner dengan bank-bank yang hebat, maka itu akan terjadi pengawasan sebetulnya. Harapan saya seperti itu," tutur Ahok. (dnu/bag)











































