Tolak BBM, Mahasiswa Makassar Kumpulkan Tanda Tangan Pejabat
Kamis, 17 Mar 2005 12:49 WIB
Makassar - Unjuk rasa anti BBM naik terus terjadi di Makassar. Kamis (17/3/2005), sekitar 20 orang mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar unjuk rasa dengan cara menggelar kain putih. Mereka lalu menghadang setiap pengendara, khususnya pejabat.Pejabat diminta itu untuk membubuhkan tanda tangan di kain yang mereka siapkan. Tanda tangan ini dikumpulkan sebagai bentuk penolakan masyarakat terhadap kenaikan BBM.Para mahasiswa ini memulai aksinya sejak pukul 10.30 Wita. Mahasiswa UIM yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), memang seringkali menggelar aksinya di depan kampus, Jl Perintis Kemerdekaan.Kain putih ini digeletakkan di jalan, dan setiap pengendara, khususnya mobil yang berpelat merah mereka tahan. Penumpangnya ditodong untuk menorehkan tanda tangannya."Tanda tangan ini kami kumpulkan, dan akan kami perlihatkan pada Pak JK (Jusuf Kalla) jika pulang ke Makassar. Bahwa rakyat Sulsel tidak setuju dengan kenaikan BBM, " ujar salah seorang mahasiswa saat berorasi.Para mahasiswa mengakhiri aksinya sekitar pukul 13.00 Wita. Rencananya Jum'at besok mereka kembali beraksi.
(nrl/)











































