Canda Bupati Anas soal Pahala yang Buat Menteri Rini Tertawa

Canda Bupati Anas soal Pahala yang Buat Menteri Rini Tertawa

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 20 Apr 2016 17:36 WIB
Canda Bupati Anas soal Pahala yang Buat Menteri Rini Tertawa
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi gencar menggalakkan penggunaan teknologi informasi (TI) untuk memotong mata rantai birokrasi yang berbelit-belit. Karena itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bekerjasama dengan PT Telkom untuk sarana penunjang akses internet berupa fiber optik.

Dalam sambutannya saat peluncuran banyuwangi-mall.com, Rabu (20/4/2016), Anas memuji Menteri BUMN Rini Soemarno yang menjadi bos PT Telkom.

"Jadi PT Telkom di bawah kendalinya Bu Rini. Jadi Bu Rini itu pahalanya banyak sekali ada orang nggak suka itu wajar karena ruang lingkupnya luas sekali," canda Anas yang disambut tawa lepas oleh Menteri Rini saat peluncuran banyuwangi-mall.com di Pendopo Sabha Swagata, Jl Sritanjung, Banyuwangi, Rabu (20/4/2016). Rini hadir didampingi Direktur Utama PT Bank Nasional Indonesia (BNI) Achmad Baiquni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anas kemudian menyampaikan fiber optik sangat dibutuhkan di daerahnya. Sebab saat ini pemkab mendukung penjualan pedagang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui banyuwangi-mall.com yang berbasis online.

"Insya Allah Bu Rini ini kalau jalan pertama kali tingkat kabupaten yang jalan. Apa urusannya dengan Telkom, saya minta target kami infrastruktur fiber optik ini terkoneksi semua. Maka UMKM dan industri kreatif basisnya di kantor-kantor jasa untuk mengupload dalam rumah-rumah kreatif yang terpusat di kabupaten," jelasnya.

Dalam sambutannya, Anas memaparkan kiatnya atasi anggaran belanja desa yang abal-abal. Dia menyebutkan program e-village budgeting untuk transparansi penggunaan dana.

"Satu tahun berlangsung e-village budgeting. Pencairan anggaran bisa dimonitor dan terbukti terkontrol. Setiap dana turun, langsung disinkronkan. Jika program belum tuntas tidak bisa dicairkan," ujar Anas.

Anas kemudian menyebut sebelum ada e-village budgeting, kepala desa (kades) selalu ingin mencairkan dana sepenuhnya. Namun kerap kali melupakan pertanggungjawaban soal penggunaan dana.

"Kades kalau ada duit maunya dicairkan 100 persen pertanggungjawaban belakangan. Ketika diminta pertanggungjawaban pusing sehingga cari utangan. Sistem ini kita kunci bu, bapak-bapak ini sudah jalan," terangnya.

Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Tak hanya itu, Anas juga memamerkan program smart kampung di Banyuwangi. Dia menjelaskan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) semua menjadi lebih cepat dan ringkas.

"Smart kampung, geser bukan lagi di tingkat kecamatan tapi kita geser di tingkat desa. Ada orang mengurus pernyataan listing yang jalan ke kabupaten bukan orangnya tapi cukup berkasnya. Saya minta kades 15 hari selesai, alhamdulilah mereka saya tanya sudah siap semua. Akhirnya semua sudah terintegrasi," katanya.

Soal penggunaan internet, Anas membeberkan, "Ketika diundang Dubes Amerika, Pak Ridwan Kamil presentasi kota itu untuk memonitor kemacetan di Banyuwangi tidak perlu memonitor kemacetan tapi bagaimana kami memonitor kemacetan pelayanan publik di tingkat desa. Maka kita dengan kades itu duit banyak kalau tidak mengubah mental dan percepatan di daerahnya akan jadi masalah kemudian hari."

"Dari anggaran dana desa yang kami buatkan Perbup tidak hanya belanja aspal, semen tapi mereka juga wajib belanja bandwith karena percepatan IT menjadi modal," tutupnya. (ams/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads