"Saya tidak bisa memprediksi, saya setuju bahwa ujungnya adalah rekonsiliasi. Apakah nanti akan berujung one man one vote atau akan berujung aklamasi itu ya unpredictable, tidak bisa diprediksi," kata Priyo kepada wartawan, Rabu (20/4/2016).
Namun apa pun jalan pemilihan ketua umum Golkar, menurut Priyo, ujungnya haruslah rekonsiliasi. "Saya termasuk penganut mazab rekonsiliasi, apakah lewat aklamasi atau jalan lain yang demokratis, tapi ujungnya Munas yang bersifat rekonsiliatif," harap Priyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata beliau itu hari baik untuk rekonsiliasi Golkar dan ini soal penyesuaian jadwal Pak Presiden untuk datang jadi saya ikut mendukung," kata mantan Wakil Ketua DPR RI itu.
"Saya berdoa mudah-mudahan pelaksanaan Munaslub akan jadi hari di mana Golkar akan menyelenggarakan Munas yang rekonsiliatif dan demokratis," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengisyaratkan pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dipilih secara musyawarah mufakat (aklamasi), bukan voting. Dia berkaca pada Musyawarah Daerah IX di Surabaya yang sukses mencapai mufakat.
"Musda insya Allah selesai. Kita harapkan musda se-Indonesia dengan musyawarah mufakat, termasuk di Aceh. Insya Allah Munaslub juga dengan musyawarah mufakat," kata Aburizal Bakrie saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Partai Golkar Jawa Timur, di Hotel Singgasana, Surabaya, Minggu (17/4/2016).
(van/nrl)











































