"Sekarang ini kan masih pada tahap konsolidasi, masing-masing calon sedang melakukan pendekatan dan ke atas dan bawah. Bawah itu ke DPD-DPD," ungkap politisi Golkar Hajriyanto Thohari saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/1/2016) malam.
Pendekatan itu pun disebutnya dalam suasana keterbukaan dan para DPD menerima semua caketum dengan tangan terbuka. Sebab mayoritas memang mendatangi langsung para DPD ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang mengaku sebagai Ketua Pengarah Timses caketum Priyo Budi Santoso ini pun menyatakan ada kecenderungan semua caketum melakukan pendekatan untuk mencari dukungan ke atas, yakni ke Presiden. Itu menurut Hajriyanto terkait dengan keputusan Golkar mendukung pemerintah.
"Mungkin memanfaatkan keputusan tersebut, masing-masing caketum mengklaim didukung pemerintah. Jadi ini fenomena yang menarik. Priyo sudah ada penjajakan," tuturnya.
Meski begitu, saat ini pendekatan Priyo ke bawah dikatakan Hajriyanto masih dari jarak jauh. Namun komunikasi itu dilakukan secara intens.
"Yang berkunjung langsung belum dilakukan, komunikasi intensif masih jarak jauh. Dia memang langsung melakukan komunikasi ke DPD, memang belum melakukan pertemuan seperti yang dilakukan calon lain," ujar Hajriyanto.
Ada alasan tersendiri mengapa Priyo memilih belum langsung turun ke daerah-daerah. Sebab mantan Wakil Ketua DPR itu disebut Hajriyanto lebih mengharapkan forum yang sifatnya terbuka dan dilakukan secara bersama-sama.
"Artinya dalam satu forum semua caketum bicara, berdebat, menyampaikan visi dan misi, agar menyampaikan pendidikan politik yang sehat. Misal di Sumatera, lalu debat di situ," jelasnya.
Terkait dukungan Golkar kepada pemerintah, Hajriyanto pun menilai seharusnya dapat diimplementasikan dengan baik. Terutama dari sisi legislatif yakni peran Fraksi Golkar di parlemen.
"Nah elaborasi itu yang harus disampaikan ke pemerintah. Dukungan tersebut disesuaikan dengan fungsi di DPR. Dukungan dalam bidang legislasi, pengawasan, dan budgeting. Karena dukungan bukan slogan. Harus operasional," ucap Hajriyanto.
Munaslub Golkar sendiri rencananya akan digelar pada 25-27 Mei 2016 di Bali. Waktu pelaksanannya diundur karena Golkar harus mengikuti jadwal kehadiran Presiden Joko Widodo. Bila tetap diselenggarakan pada 17 Mei, maka Jokowi tak bisa hadir.
"Kami mengharapkan kehadiran Presiden. Pada tanggal 17 (Mei, red) itu sedang mengadakan kunjungan ke negara-negara Eropa Timur," terang Ketua Panitia Munaslub Golkar Theo L Sambuaga, Selasa (19/4). (elz/dra)











































