Demo BBM Di Yogya, SBY Turun Diganti 'Bung Karno'
Kamis, 17 Mar 2005 11:24 WIB
Yogyakarta - Sekitar 500 orang dari Partai Pelopor Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia (P3KBI) demo menolak kenaikan BBM. Massa meminta Presiden SBY turun dan digantikan Bung Karno. Bung Karno yang dimaksud bukanlah Soekarno presiden pertama RI, melainkan Muhammad Arif Kusno Saputro Presiden P3KBI yang disebut-sebut sebagai titisan Bung Karno.Aksi digelar di halaman DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (17/3/2005)sejak pukul 10.00 WIB. Massa yang datang dari daerah Yogyakarta, Klaten, Kendal dan Surakarta sebelumnya melakukan long march dari Tugu Yogyakarta di Jalan Mangkubumi.Massa membentuk barisan dengan membawa bendera merah putih dan puluhan poster. Mereka mengenakan jas merah dengan celana panjang putih serta peci hitam dengan lambang Garuda pancasila."SBY harus turun dan digantikan Bung Karno, digantikan oleh Muhammad Arif Kusno Saputro. Presiden kita P3KBI," kata Tribawanto salah seorang orator yang langsung disambut terikan 'Hidup Bung Karno' sebanyak tiga kali dan meneriakan pula Arif Kusno Saputro sang ratu adil.Setelah itu, Arif Kusno Saputro sebagai presiden partai menyampaikan pidato dengan berapi-api seakan mirip gaya pidato Bung Karno. Dia mengenakan peci hitam, kaca mata hitam, jas hitam serta membawa tongkat komando lengkap dengan berbagai atribut di dada dan pundaknya.Dalam pidatonya, Arif menyatakan dampak terbesar kenaikan BBM dirasakan benar oleh rakyat dan semakin hari kehidupan rakyat semakin tercekik.Dia juga mendukung sikap TNI yang mempertahankan Ambalat dari Malaysia.Arif pun terdengar berkali-kali meneriakan pekik merdeka sambil mengacungkan tangannya ke atas seakan mirip Soekarno.Selanjutnya, Arif memberikan ultimatum kepada pemerintah dalam waktu 3X24 jam BBM harus diturunkan. "Jangan sampai negara kita yang berdaulat ini dihancurkan orang-orang tak bertanggung jawab," tandasnya.Massa kemudian diterima Wakil ketua DPRD DIY Istiana ZA dan Agus Sulistiono serta ketua F-PDIP Krisnan. Dalam pertemuan tersebut, Istiana sepakat untuk menolak kenaikan BBM. Massa kemudian membubarkan diri dan melanjutkan long march menuju Istana Negara Gedung Agung di Jalan Ahmd Yani.
(aan/)











































