Gempa Bumi Besar Diperkirakan akan Terjadi Lagi di Sumatera
Kamis, 17 Mar 2005 10:50 WIB
Jakarta -
Para seismolog internasional menyatakan bahwa gempa bumi dahsyat kemungkinan besar akan kembali menyerang pantai barat Sumatera dalam waktu dekat ini. Kota Banda Aceh yang pada 26 Desember lalu telah dihantam gelombang tsunami, kemungkinan akan ikut pula merasakan guncangan gempa yang diperkirakan berkekuatan hingga 8,5 Skala Ricter.Bahkan gempa baru ini juga berpotensial menimbulkan gelombang tsunami di pinggir pantai. Demikian diingatkan para ahli seismologi dari Inggris."Tidak diragukan lagi -- kalkulasi kami menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada tekanan di dua lempeng aktif yang besar di wilayah Sumatera sejak 26 Desember," ujar pakar seismologi, John McCloskey di Universitas Ulster, Inggris kepada AFP, Kamis (17/3/2005).Diingatkan McCloskey, bahwa di daerah yang dinamakan zona subduksi, gempa bumi bisa segera diikuti gempa lainnya jika kondisi geologi tertentu terpenuhi. "Ada hubungan yang sangat erat antara tekanan-tekanan itu dan gempa berikutnya," kata McCloskey.Menurutnya, energi yang dilepaskan oleh gempa pada 26 Desember lalu telah meningkatkan tekanan di bagian-bagian terdekat dari dua lempeng berbahaya itu. Lempeng pertama dimulai dari bawah tanah ke timur dan menyeberang ke bagian barat laut Sumatera. Lempeng lainnya dimulai dari bawah laut ke selatan, paralel dengan pantai di daerah tersebut yang mengalami dua tsunami fatal pada 1833 dan 1861 silam. Ditegaskan McCloskey, belum bisa dipastikan kapan gempa bumi itu akan datang menyerang. Hanya ditekankannya, ada peningkatan risiko yang signifikan untuk terjadinya gempa. "Namun kami juga menekankan adanya kekurangan dalam pengetahuan kami, dan kami tidak bisa mengatakan akan ada gempa bumi pada tahun depan atau kapanpun. Saat ini, sains ini saya yakini tidak memungkinkan kami untuk membuat statemen itu," tandasnya.McCloskey mencontohkan apa yang terjadi di Turki pada tahun 1999 lalu. Gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter yang menghantam Izmit, sebelah tenggara Istanbul, disebabkan oleh tekanan-tekanan gempa sebelumnya di celah Anatolia. Akibatnya, ini memberikan tekanan pada bagian terdekatnya di celah yang sama, sehingga menimbulkan gempa berkekuatan 7.1 Skala Richter di Duzce, tiga bulan kemudian.
(ita/)










































