Demo Kantor Gubernur, Warga Minta Bupati Morowali Dicopot
Kamis, 17 Mar 2005 10:02 WIB
Palu Timur - Sekitar 300 warga masyarakat Morowali mendatangi Kantor Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka menuntut Bupati Morowali Andi Muhammad dicopot dari jabatannya. Aksi warga yang terdiri dari petani, guru, PNS dan mahasiswa itu digelar di depan Kantor Gubernur di Jl. Sam Ratulangi, Palu Timur, Kamis (17/3/2005) sejak pukul 10.00 Wita. Para guru dan PNS mengenakan seragam dinas. Tuntutan pencopotan Bupati Morowali terkait dengan terhambatnya pemindahan ibukota Morowali setelah terpisah dari Kabupaten Poso ke Kota Bungku sesuai dengan UU 51/1999. Mereka juga mempersoalkan jam kerja malam hari yang ditetapkan bupati untuk urusan dinas dan pemerintahan. Dalam orasinya, salah seorang pengunjuk rasa juga menyinggung 47 dugaan kasus korupsi APBD 2002 hingga 2004 di Morowali senilai Rp 83 miliar yang belum selesai pengusutannya. Mereka mendesak agar surat usulan pencopotan bupati dapat dikeluarkan hari ini. Sekitar pukul 10.30 Wib, 9 perwakilan diterima gubernur. Sambil menunggu hasil pertemuan para perwakilan itu dengan gubernur, orasi terus dilakukan. Mereka juga membentangkan poster dan spanduk, diantaranya bertuliskan 'Bupati Andi Muhammad Diktator' dan 'Fungsikan Ibukota Kabupaten di Kota Bungku'.
(rif/)











































