Cegah Sogok Menyogok, Komite Etik Munaslub Golkar Libatkan KPK dan BIN

Jelang Munaslub Golkar

Cegah Sogok Menyogok, Komite Etik Munaslub Golkar Libatkan KPK dan BIN

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 19 Apr 2016 12:40 WIB
Cegah Sogok Menyogok, Komite Etik Munaslub Golkar Libatkan KPK dan BIN
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Politisi senior Golkar Fadel Muhammad ditunjuk menggantikan Hajriyanto Tohari sebagai Ketua Komite Etik Munaslub. Fadel pun mengaku siap menjalani tugas ini.

"Saya diminta. Insya Allah saya siap melaksanakan amanat ini," ujar Fadel saat dihubungi, Selasa (19/4/2016).

Dia menambahkan penunjukan ini berdasarkan rekomendasi panitia pengarah (steering commitee) Munaslub Golkar. Rekomendasi ini juga sudah disampaikan ke Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) serta Wakil Ketua Umum Agung Laksono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dikategorikan senior oleh mereka. Pak ARB, Pak Agung Laksono. Saya dinilai kader senior karena empat kali masuk kepengurusan Golkar, satu kali jadi Ketua DPD tingkat I. Jadi, saya dianggap pantas jadi Ketua Komite Etik," tutur eks Gubernur Provinsi Gorontalo itu.

Terkait sebagai Ketua Komite Etik, Fadel sudah menyiapkan langkah-langkah sebagai persiapannya. Salah satunya membentuk tim pengawas yang disebar sampai daerah jelang Munaslub.

"Saya ingin pemilihan berjalan baik, bersih tidak sogok-sogok. Kita harus jaga martabat partai. Yaitu salah satunya tim pengawas sampai ke daerah," tuturnya.

Direncanakan dalam tim pengawas ini melibatkan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan, kalau bisa Badan Intelijen Negara.ย Dengan upaya ini, ia berharap Munaslub Mei mendatang bisa berjalan lancar

"Kami rencananya ingin libatkan KPK, sampai BIN. Ini supaya ketat pengawasannya, agak tak main-main dalam Munaslub Golkar yang panting," sebutnya.

(hat/van)


Berita Terkait