Keputusan ini diambil setelah Steering Commitee menggelar rapat, Senin (18/4). "Sudah mas. Penggantinya Pak Fadel Muhammad untuk Ketua Komite Etik. Itu sudah kita putusin kemarin di rapat," kata Nurdin saat dihubungi, Selasa (19/4/2016).
Dia mengatakan penunjukan Fadel ini sudah berdasarkan pertimbangan dan menyesuaikan kapabilitas kader. Sebagai politisi senior, Fadel dinilai bisa menjalani peran Ketua Komite Etik Munaslun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin mengaku sudah berkomunikasi dengan Fadel terkait penunjukan ini. Menurutnya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu siap menjalankan tugas sebagai Ketua Komite Etik.
"Saya sudah telepon beliau. Dan sudah dibicarakan. Beliau siap dan menerima," ujarnya.
Terkait hal ini sudah dikomunikasikan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar termasuk Ketua Umum Aburizal Bakrie.
"Sudah, sudah dibicarakan. Pak Fadel tinggal tunggu SK (surat keputusan, red), sebutnya.
Adapun Hajriyanto sebelumnya menolak posisi Ketua Komite Etik Munaslub dan lebih memilih menjadi Ketua Pengarah Timses bakal calon Ketum Golkar Priyo Budi Santoso. Alasan Hajriyanto karena Partai Golkar sudah seharusnya regenerasi. Selain itu, sejak 1998, ia sudah terlibat sebagai panitia baik Munas atau Munaslub.
(hat/van)











































