Kelanjutan Rapat Paripurna DPR Ditentukan Pagi Ini

Kelanjutan Rapat Paripurna DPR Ditentukan Pagi Ini

- detikNews
Kamis, 17 Mar 2005 08:49 WIB
Jakarta - Kelanjutan rapat paripurna DPR yang membahas sikap dewan tentang kebijakan pemerintah menaikan harga BBM akan ditentukan dalam rapat konsultasi pimpinan DPR dan pimpinan fraksi pagi ini, Kamis (17/3/2005) pukul 10.00 WIB.Rapat konsultasi ini yang akan menentukan apakah rapat paripurna akan dilanjutkan hari ini atau tidak, atau apakah sikap DPR tentang kebijakan kenaikan harga BBM akan diserahkan kepada badan perlengkapan DPR untuk dibahas."Konsultasi besok adalah untuk menindaklanjuti langkah selanjutnya terkait kenaikan harga BBM. Jadi mungkin bisa dilanjutkan dengan paripurna, bisa juga tidak. Tergantung besok," jata Ketua DPR Agung Laksono, Rabu (16/3/2005) kemarin.Rapat paripurna seharusnya dilanjutkan pukul 19.00 WIB kemarin. Namun rapat ditunda sebagai upaya cooling down menyusul terjadinya kericuhan dalam rapat paripurna DPR sore kemarin.Rapat paripurna yang membahas kenaikan harga BBM itu nyaris berakhir dengan baku hantam oleh para wakil rakyat yang terhormat itu. Suasana panas memenuhi rapat yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono itu.Kericuhan berawal darih hujan interupsi saat Agung Laksono menawarkan hasil rapat konsultasi pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi. Ia menawarkan dua opsi untuk dipilih anggota DPR melalui mekanisme pemungutan suara (voting). Opsi pertama, menugasi Komisi VII (bidang energi dan sumber daya alam), Komisi XI (bidang keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan) dan Panitia Anggaran membahas masalah kenaikan BBM. Opsi kedua, apakah DPR perlu atau tidak mengeluarkan sikap resmi terhadap kenaikan BBM.Penawaran itu tidak serta merta diterima anggota DPR. Interupsi saling bersahutan. Kubu FPDIP, FPKB, dan FPDS menginginkan langsung memilih opsi kedua. Kubu lain memilih kedua opsi tersebut. Di tengah suasana yang masih panas, Ketua DPR Agung Laksono mengetukkan palu, memutuskan dua opsi yang akan dipilih anggota DPR melalui mekanisme pemungutan suara (voting). Buntutnya, protes meluncur keras dari anggota DPR, dan nyaris terjadi baku tinju itu. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads