"Kamu kebayang enggak sih Rp 700 miliar itu berapa ton? Kamu pernah menghitung duit enggak? Kalau belum pernah, tanyalah ke orang yang pernah menghitung duit, Rp 700 miliar itu dia butuh kira-kira 13-an hari," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/4/2016).
Uang pembayaran itu sebesar Rp 755, 689 miliar. Kata Ahok, hanya Bank Indonesia saja yang bisa mencetak uang sebanyak itu. Bahkan untuk menghitung uang sejumlah itu, butuh 13 hingga 14 hari menggunakan mesin hitung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Ahok tak mau berpolemik perkara pembelian lahan RS Sumber Waras. Dia juga meminta agar para wartawan tak memperpanjang pertanyaan seputar itu. Baginya, semua sudah sangat jelas bahwa pembelian RS Sumber Waras sudah sah tanpa pelanggaran.
"Makanya kalau kayak begitu, enggak usah lah saya ngomong, kalian baca saja lah di berita. Saya dibilang polemik, bikin malu orang terus," kata Ahok.
BPK menyebut transaksi pembelian RS Sumber Waras tak lazim karena dilakukan secara tunai dengan cek pada malam hari. Ketua BPK Harry Azhar Azis mengungkap sumber uang yang digunakan Pemprov DKI.
(Baca juga: Ini Bukti Pembelian RS Sumber Waras Oleh Pemprov DKI, Benarkah Tak Lazim?) (dnu/hri)











































