BNPB Siap Bantu Jepang yang Telah Diguncang Gempa Bumi

BNPB Siap Bantu Jepang yang Telah Diguncang Gempa Bumi

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 16 Apr 2016 23:36 WIB
BNPB Siap Bantu Jepang yang Telah Diguncang Gempa Bumi
Gempa di Jepang (Foto: Reuters)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia siap membantu penanganan bencana gempa bumi yang telah mengguncang Wilayah Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang. BNPB juga terus memantau informasi dari Negeri Sakura itu.

"Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk terus memantau perkembangan dampak gempa Jepang. BNPB siap jika sewaktu-waktu diminta untuk mengirimkan bantuan ke Jepang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/4/2016).

Informasi yang didapat BNPB, saat ini pemerintah Jepang masih melakukan penanganan darurat, khsusunya pencarian dan penyelamatan korban. Sebagaimana diberitakan juga, jumlah korban tewas terkini akibat gempa itu sebanyak 41 jiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Korban Tewas Gempa Gelombang Kedua di Jepang Bertambah, Total Jadi 41 Jiwa)

"Peringatan dini tsunami telah dicabut, namun sebagian masyarakat masih belum berani ke daerah pantai. Personel militer ditambah hingga 20.000 personel tentara untuk melakukan penanganan darurat. Logistik dan peralatan juga ditambah. Meski peringatan tsunami telah dicabut, setelah sempat diberlakukan, warga di tepi pantai tetap diminta waspada," kata Sutopo.

Dijelaskannya, gempa 7,3 Skala Richter di Kumamoto itu merupakan gempa susulan dari guncangan 6,4 Skala Richter sebelumnya. Gempa pertama saja digolongkan sebagai gempa yang sangat keras, dan gempa susulannya adalah gempa yang amat destruktif.

"Gempa 6,4 SR adalah gempa awal (foreshock) yang kemungkinan memicu gempa berikutnya yang lebih besar yaitu gempa 7,3 SR. Kedua gempa tersebut memiliki mekanisme yang sama yaitu sesar geser mendatar. Pada saat gempa pertama, 6,4 SR, gempa dirasakan berkisar VI-VII MMI atau sangat keras. Kemudian gempa kedua 7,3 SR memiliki intensitas gempa dirasakan hingga VIII-IX MMI atau getaran yang hebat sehingga sangat merusak," kata Sutopo. Β 

(dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads