Malaysia akan Tingkatkan Pengamanan di Selat Malaka
Kamis, 17 Mar 2005 07:02 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia menyatakan akan meningkatkan pengamanan di Selat Malaka menyusul terjadinya perompakan sebuah kapal tunda milik Jepang dan pelaku menawan tiga orang anak buah kapal.Namun Malaysia, sebagaimana dilaporkan kantor berita The Associated Press, menolak untuk minta pertolongan internasional untuk menggelar patroli di Selat Malaka, salah satu selat tersibuk di semenanjung Malaysia dan pulau Sumatra.Menurut pejabat pemerintah Malaysia Abdul Rahman, Malaysia akan meningkatkan pengamanan pada kapal yang bergerak lambat seperti kapal tunda dan kapal tanker yang selama ini menjad target empuk perompak.Sekitar 15 orang bajak laut bersenjata menyerang kapal dan menawan kapten kapal dan kepala mesin yang berkewarganegaraan Jepan dan seorang teknisi berkewarganegaraan Filipina pada Senin (14/3/2005) malam lalu.Awak kapal lainnya yaitu enam warga negara Jepang dan lima orang Filipina serta 150 awak lainnya dibebaskan dan tiba dengan selamat di Malaysia pada Selasa kemarin.Menurut keterangan pihak berwenang, perompak membawa sanderanya ke Sumatera, namun pemilik kapal tidak dikontak oleh mereka atau menerima tuntutan uang tebusan.Selat Malaka memang termasuk rawan aksi perompak. The International Maritime Bureau mencatat tahun lalu saja terjadi 37 perompakan di selat ini. Sebagian besar diikuti aksi penembakan dan ABK diculik untuk minta tebusan.
(gtp/)











































