DetikNews
Jumat 15 April 2016, 15:58 WIB

Korban Hipnotis di Cikini Rata-rata Perempuan, Pelaku Ambil Uang dan Ponsel

Bisma Alief - detikNews
Korban Hipnotis di Cikini Rata-rata Perempuan, Pelaku Ambil Uang dan Ponsel Foto: Bisma Alief
Jakarta - Tak sampai sebulan, dua kali kasus hipnotis terjadi di kawasan Megaria - Jl Raden Saleh - Cikini, Jakarta Pusat. Kedua korbannya adalah perempuan. Menurut saksi-saksi di sekitar lokasi, pelaku lebih sering menyasar perempuan.

Nopa, seorang tukang parkir di restoran siap saji di Cikini mengatakan, pada bulan Maret lalu ada seorang perempuan yang menjadi korban hipnotis. Perempuan tersebut tampak bingung sebelum akhirnya menyadari bahwa uang di dompetnya telah raib.

"Nangis korbannya pas sadar. Kita juga bingung gimana mau nolonginnya. Namanya hipnotis kan susah nyari pelakunya," kata Nopa saat ditemui di Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2016).

(Baca Juga: Awas Tukang Hipnotis Gentayangan di Jakarta Pusat, Kali ini Pekerja Kantoran Jadi Korban)

Tak hanya itu, Nopa juga sering mendengar ada korban hipnotis di sekitar bioskop Metropole (Megaria). Rata-rata korban perempuan. Barang-barang yang diambil biasanya uang dan ponsel.

"Di Megaria, biasanya korban lagi jalan, tahu-tahu ditepuk pundaknya. Ya sudah, habis itu nurut aja dan barang-barangnya hilang," kata Nopa.

Berdasar catatan detikcom, kasus hipnotis terbaru di kawasan ramai itu terjadi pada Kamis kemarin. Sera, seorang karyawati swasta yang hendak makan mi ayam di dekat Megaria didekati oleh pelaku. Dia tidak tahu apa yang terjadi kemudian, yang jelas dia tiba-tiba berada di restoran siap saji di Cikini. Dia baru sadar setelah disapa oleh pelayan yang melihatnya sedang bengong. Sera kehilangan uang di dompet dan dua ponsel. Penjahat menyisakan uang Rp 20 ribu yang ada di sakunya.

(Baca Juga: Pelaku Hipnotis Gentayangan, Ibu ini Jadi Korban dan Kerugian Rp 300 Juta)

Pada 29 Maret 2016, Dina Munthe menjadi korban hipnotis di sekitar sebuah RS swasta di Jl Raden Saleh. Tiba-tiba ada lelaki yang menanyakan alamat kepadanya. Setelah itu Dina bagaikan dicocok hidungnya sehingga dia menyerahkan asetnya senilai Rp 300 juta kepada kawanan bandit. Dia tersadar setelah ditinggalkan pelaku di restoran siap saji di Cikini.


(khf/nrl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed