Dalam pemaparannya, Patrialis menceritakan pengalamannya semenjak ia menjadi Menteri Hukum dan HAM hingga menjadi Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi, yang selalu mencoba menyisipkan norma-norma islam pada setiap putusannya.
"Semenjak saya menjabat menjadi Menteri Hukum dan Ham, saya selalu berupaya untuk mendatangkan para ustad dan tokoh agama agar memberikan pengertian di Kemenkum HAM. KarenaΒ ilmu dan nilai-nilai yang akan kita berikan dalam setiap keputusannya bersinergi dengan ajaran agama," kata Patrialis di aula masjid LIPIA, Jl Buncit Raya No. 5A, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016).
![]() |
Patrialis juga menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusil. Ia harus melihat betul nilai-nilai agama yang dapat diterapkan dalam konstitusi negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu contohnya dalam pembukaan undang-undang dasar. 'Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur'. Dari baik itu saja sudah menunjukkan kemerdekaan Indonesia ini karena rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa," sambung Patrialis.
Usai menceritakan pengalamannya, Patrialis juga mengajak mahasiswa yang belajar di LIPIA untuk ikut bekerja sama memberikan pemahaman Islam serta nilai-nilai keislaman, dalam bermasyarakat setelah mereka lulus. Pesan itu juga diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, agar rektor LIPIA Doktor Kholid Addhaham dan beberapa pengajar yang berasal dari timur tengah juga mengerti, pesan yang disampaikan.
"Sebagai motivasi, setelah kalian lulus dari lembaga pendidikan ini, mari bersama-sama memberikan nilai-nilai keislaman yang mampu menyentuh orang-orang, agar dapat memahami kesatuan nasional Indonesia," imbuh Patrialis.
(adf/dra)












































