DetikNews
Jumat 15 April 2016, 10:17 WIB

Ekspedisi Langit Nusantara

Warkop di Tanah Rencong Kini Tak Sekadar Tempat Nongkrong

Agus Setyadi - detikNews
Warkop di Tanah Rencong Kini Tak Sekadar Tempat Nongkrong Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Belum sah rasanya berkunjung ke Banda Aceh jika belum menikmati kopi. Warung kopi sangat mudah dijumpai di setiap sudut ibu kota provinsi Aceh. Warga tanoh rencong biasanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk nongkrong di sana.

Dulu warung kopi di Banda Aceh digunakan warga hanya untuk nongkrong sambil menikmati minuman favorit seperti sanger. Kini mulai berubah. Pengunjung warkop sekarang menghabiskan waktu untuk mengakses internet gratis dengan menggunakan Wi-Fi yang disediakan pemilik warung.

Setiap hari warkop di Banda Aceh tidak pernah sepi. Sejak pagi sudah ada pelanggan yang datang. Usai memesan minum atau makanan, mereka rata-rata langsung membuka layar laptop. Di sana, fasilitas Wi-Fi mulai yang gratis hingga berbayar tersedia.

"Di warung kopi saya menyediakan dua Wi-Fi. Satu Wi-Fi warung yang bisa diakses gratis satu lagi Wi-Fi bayar yaitu Wi-Fi ID milik Telkom," kata Afifuddin, pengelola A Cafee kepada detikcom, Selasa (12/4/2016).

Dalam beberapa bulan terakhir, pemilik warung kopi di Banda Aceh rata-rata sudah memasang fasilitas Wi-Fi berbayar. Pelanggan yang ingin berselancar di internet, harus membeli voucher terlebih dulu. Setelah itu, mereka dapat berinternet ria tanpa ada batasan.

Meski demikian, pemilik warung juga tetap menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis. Untuk kecepatannya, tergantung jumlah pemakai. Pengunjung yang nongkrong di warkop milik Afif rata-rata menghabiskan waktu antara tiga hingga empat jam dalam sehari.

"Biasanya datang pagi duduk hingga empat jam, habis itu pulang dan sore balik lagi. Ada juga pelanggan yang sampai titip laptop di sini karena dia pulang sebentar untuk mandi," jelasnya.

Beberapa warung kopi di Banda Aceh buka 24 jam. Jika sudah larut malam, biasanya tinggal anak muda atau mahasiswa. Mereka duduk di sana untuk mengerjakan tugas, sekadar buka-buka media sosial, mencari informasi ataupun download film.

Ariful Azmi, seorang mahasiswa di Banda Aceh, mengaku sengaja memilih warung kopi untuk mengakses jaringan Wi-Fi karena di sana juga tersedia minuman dan makanan. Selama ini, ia memilih duduk berjam-jam di warkop yang memiliki akses internet kencang.

"Saya pakai Wi-Fi untuk mencari-cari informasi dan memilih warkop karena lebih fleksibel. Di sana bisa pesan makan dan minum," kata Ariful.

Di Banda Aceh, Pemerintah Kota juga menyediakan fasilitas internet gratis di Taman Sari atau depan Balai Kota. Wi-Fi di sana juga tidak jauh beda dengan yang disediakan warkop. Menurut Ariful, dirinya tidak menggunakan Wi-Fi yang disediakan Pemko karena letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya.

"Dan tempatnya pun terlalu terbuka sehingga kelihatan kali cari internet gratis," ungkapnya sambil tertawa.

Pelanggan warkop lain, Alaidin, mengaku, dirinya kadang menghabiskan waktu selama 12 jam dalam sehari untuk nongkrong di warung kopi. Di sana, ia menggunakan fasilitas Wi-Fi untuk bekerja. Alaidin punya kriteria khusus untuk warkop yang disinggahinya. 

"Biasa duduk di warung kopi yang nyaman untuk akses internet seperti tidak berisik dan kerja kita tidak terganggu," kata Alaidin.

Banda Aceh merupakan kota yang dilintasi Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa) Telkomsel. Ekspedisi dari Sabang dan Merauke ini menempuh jalur sepanjang 8.500 km. 2 Buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,4 m akan diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia sepanjang 8.500 km.

Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded. 

Elang Barat memulai perjalanan dari Sabang dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang. Sementara Elang Timur, akan berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo.

Di akhir perjalanan, pada pertengahan Mei, kedua drone akan bertemu dan mendarat di Denpasar. Selain menangkap berbagai keindahan dari alam Indonesia, dalam perjalanannya, Elang Barat dan Elang Timur juga akan menyapa masyarakat di kota-kota yang dilewati.

Ayo ikuti Ekspedisi Langit Nusantara dan jadilah saksi keindahan Bumi Indonesia.
(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed