Itu Wakil Rakyat atau Preman?

Pembaca soal Tawuran DPR:

Itu Wakil Rakyat atau Preman?

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2005 19:39 WIB
Jakarta - Maksud hati membela rakyat dengan menolak kenaikan harga BBM, apa daya rakyat justru menganggapnya percuma saja. Nada-nada sinis lainnya terarah ke DPR, apalagi setelah tawuran turut mewarnai.Berikut sejumlah e-mail pembaca mengomentari tayangan tawuran para wakil rakyat yang terus-menerus mewarnai pemberitaan di televisi sejak Rabu sore (16/3/2005):Dicky Dwi Kunto:Waduh tayangannya bener-bener tragis banget.Gue baru seumur hidup ngeliat tawuran di parlemen RI kayak gitu. Dulu kalo liat sidang Parnipura di TV yang gue liat pemandangan anggota parlemen yang molor melulu, paling keren juga sambil baca koran.Wuuiiiih sekarang malah ada acara Faighting Championsip segala, ada acara WWF. Biasanya "The Rock" nggak pake baju cuma koloran doang, tapi sekarang pake jas keren naik meja.Gue selaku rakyat kecil merasa kecewa telah memilih wakil-wakil rakyat seperti itu. Sudah uang kita dihabiskan oleh mereka, terus berperilaku seperti anak kecil. Gue juga jadi pesimis sama negara ini semakin terpuruk saja, apalagi dipimpin oleh orang-orang seperti mereka.Kalau dilihat dari kacamata gue, kayaknya para wakil rakyat ini overacting biar dibilang sama rakyat ada kerjaan buat membela rakyat, dan lagu Iwan Fals yang berjudul "Wakil Rakyat" yang suka tidur waktu sidang harus berakhir masa beredarnya. Atau mungkin Bang Iwan mendadak bikin lagu baru buat bikin rame pasaran kaset-kaset bajakan di daerah Glodok & Tanah Abang?Kita memang sudah ditipu oleh mereka. Dan gue yakin-seyakinnya kalau harga BBM akan tidak akan turun. Yang akan turun adalah kepercayan rakyat terhadap para wakil dan pemimpin rakyat Indonesia.Wandi Adrian:DPR ricuh masalah BBM? Itu mah baru ronde pertama. Ronde keduanya nanti ricuh mengenai masalah serang malaysia atau tidak. Malu-maluin aja tuh wakil rakyat, itulah kalau wakil rakyat preman semua.Endy:Itu wakil rakyat apa wakil preman? Tingkah lakunya seperti preman yang nggak punya aturan. Terlalu bodoh berani melakukan hal bodoh itu.Agha:Wajar...itu sih yah.. setidak-tidaknya mereka sudah mulai banyak kemajuan dibandingkan mereka tidur di ruang sidang atau acuh dalam masalah ini. Nggak perlu dibesar-besarkanlah. Yang penting rakyat tahu nanti hasilnya apakah memihak kerakyat atau ke kebijakkan pemerintah. It's ok.Kemas Ahmad:DPR yang tengah meributkan kebijakan kenaikan harga BBM rasanya koq rada "telmi" dan berbau hanya cari sensasi. Kalau mau habis-habisan menentang mbok ya dari dulu sebelum BBMnya naik. Kalau sekarang mah sama juga bohong, harga-harga kebutuhan dan tarif angkutan yang sudah keburu naik.Katakan BBM kembali ke harga semula maka, (1) janji-janji dana kompensasi otomatis akan batal, sedangkan: (2) harga yang telah naik tersebut dijamin tidak bakalan turun, akibatnya: (3) ujung-ujungnya yang menderita tetap rakyat kecil, yang punya mobil mah (termasuk semua anggota DPR tentunya) pasti ketawa lebar.Mukhlis Candra KurniawanKejadian tersebut sangat memalukan, beda sekali sewaktu mereka kampanye dengan penuh wibawa. Bagaimana mau berargumen dan berdebat kalau otot sudah maju terlebih dahulu, saya membayangkan kalau mereka disuruh berunding dan berdebat untuk mempertahankan blok Ambalat dan menangani masalah TKI dengan Malaysia,kemudian tidak bisa berdebat dan berargumen itu delegasi Malaysia keluar dari ruangan babak belur berdarah-darah dihantam oleh Para Anggota Dewan Yang (minta) Dihormati.Adi:Menyesal saya milih anggota DPR wakil rakyat yang sekarang. Kalau tahu bakal begini mah saya mendingan milih anggota DPR asal pemain bola yang kuat mentalnya. Lihat para pemain bola, meskipun ditekal jarang sekali yang melawan.Sungguh sangat-sangat-sangat memalukan para wakil rakyat kita, bagaimana coba kata negara lain.Terkait:Tayangan Tawuran DPR Jadi Favorit Penonton TV (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads