"Soal pembiayaan parpol juga tadi disampaikan oleh beliau bahwa partai, khususnya Golkar tidak boleh tergantung kepada uang dan uang bukan segalanya bagi pelaku demokrasi," tutur politisi yang akrab dipanggil Akom usai pertemuan di kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Kamis, (14/4/2016).
Akom menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan tertutup dengan B.J Habibie yang berlangsung kurang lebih 2 Jam. Akom ditemani suksesnya antara lain, M.S Hidayat, Bambang Soesatyo, Jhon Kennedy Aziz, dan Firman Subagyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu wacana, wacana nggak usah ditanggapi. Keputusan yang sah hanya diputuskan di rapat pleno. Jadi saya hanya patuh kepada rapat pleno. Wacana lah, keputusan itu jika pleno saja. Silahkan berwacana saya tidak menanggapi," ungkap dia.
Kemudian Akom dan tim suksesnya mengaku juga membicarakan soal peran Habibie dalam membangun demokrasi di Indonesia. Akom menilai Habibie adalah sosok panutan dan nomor satu dalam hal tersebut.
"Bicara demokrasi dalam pengertian secara keseluruhan sebagaimana diketahui Pak Habibie adalah presiden yang menurut kami terus terang saja bapaknya demokrasi Indonesia. Demokrasi dalam pengertian yang dimulai dari kepeloporan Pak Habibie dan kebebasan pers," imbuhnya. (dra/dra)











































