DetikNews
Kamis 14 April 2016, 17:19 WIB

Mahasiswa Ini Buat Aplikasi yang Bantu Traveler Temukan Tempat Wisata Sejarah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Mahasiswa Ini Buat Aplikasi yang Bantu Traveler Temukan Tempat Wisata Sejarah Dian Nuswantoro pembuat aplikasi Jelajah (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang membuat aplikasi android yang bisa membatu traveler saat berwisata. Aplikasi itu bisa menemukan tempat-tempat bersejarah di sekitar tempat traveler berada.

Jelajah, itulah nama aplikasi yang dibuat oleh Muh Mirza (22) mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Udinus jurusan Teknik Informatika. Pengoprasian Jelajah pun cukup mudah yaitu tinggal membuka aplikasi dan log in.

Tampilan aplikasi Jelajah (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

"Ini sudah bisa log in pakai Facebook," kata Mirza kepada detikcom di acara Software Fair di kampus Udinus Semarang, Kamis (14/4/2016).

Tampilan aplikasi Jelajah (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Aplikasi akan mendeteksi lokasi pengguna dan otomatis menampilkan tempat-tempat berejarah di sekitarnya. detikcom mencoba aplikasi itu di kampus Udinus di Jalan Imam Bonjol, kemudian di layar muncul beberapa tempat bersejarah misalnya Tugu Muda dan Lawang Sewu.

Tampilan aplikasi Jelajah (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Tidak sampai di situ, ketika menekan salah satu tempat bersejarah  maka muncul informasi sampai peta lokasi yang ditunjukkan lengkap dengan jaraknya. Peta tersebut terkoneksi dengan google maps.

"Ini tidak cuma bisa dipakai di Semarang atau Indonesia saja, bahkan luar negeri juga lho. Jadi misalnya ke Paris ya enggak cuma Eiffel aja, mungkin dari hotel ke Eiffel ada tempat-tempat bersejarah lainnya yang bisa dikunjungi," ujar Mirza.

Tampilan aplikasi Jelajah (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Meski terlihat menarik, sayangnya aplikasi tersebut belum tersedia di Play Store karena Mirza masih ingin menambah fitur-fitur lainnya. Ia berharap dalam waktu dekat aplikasi buatannya bisa segera dipakai oleh umum.

"Ini bisa disebut baru prototipe, masih ingin mengembangkan lagi. Ini juga tahap uji coba, kalau seminggu atau dua minggu tidak ada masalah bisa siap dirilis," katanya.

Ide membuat aplikasi tersebut tercetus ketika ia beberapa kali ke luar kota dan tidak memanfaatkannya dengan baik untuk berkunjung ke tempat-tempat penting.

"Dengan ini kita bisa tahu sebenarnya ada tempat bersejarah apa saja, dan juga kunjungannya tidak terpusat," jelas Mirza.
(alg/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed