Menhan: Pancasila itu Pemberian Tuhan, Sebarkan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 14 Apr 2016 16:58 WIB
Menhan Ryamizard Ryacudu bicara di depan kader bela negara (Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom)
Bogor - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Pancasila adalah benteng terkuat untuk menangkal terorisme dan radikalisme. Karena itu, Pancasila harus terus disebarkan.

Ryamizard mengamati maraknya aksi terorisme dan radikalisme di berbagai belahan dunia. Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Masalah lain yang penting, situasi sekarang, dalam beberapa bulan ini ada ledakan di Eropa. Terakhir di Belgia, sebelumnya di Paris, juga Turki," ujar Ryamizard ketika berpidato di Universitas Pertahanan, Sentul, Kamis (14/4/2016). Dia baru saja melantik 263 orang mahasiswa menjadi kader intelektual bela negara.

Ryamizard meminta para kader ini memahami Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia. Hal ini sebagai bentuk antisipasi meluasnya radikalisme dan terorisme.

Bagi Ryamizard, radikalisme dan terorisme harus dilawan dengan menyebarkan paham Pancasila. Hal ini dimaksudkan sebagai penolak atas paham radikalisme. Ia menyebut orang yang melakukan aksi teror seperti bom bunuh diri sebagai orang gila.

"Saya sebut itu gila karena mereka membunuh diri dan orang lain. Juga menyebarkan paham yang tidak benar. Jadi kita jangan hanya diam. Kalau mereka menyebarkan paham yang tidak benar, kita sebarkan juga paham yang benar, yaitu Pancasila," ujar Ryamizard.

Menurutnya, Pancasila adalah ideologi yang paling tepat untuk Indonesia. Sebab, Pancasila berbeda dengan ideologi lain yang tersebar di dunia.

"Pancasila itu berbeda dengan paham lainnya seperti liberalisme, kapitalisme, komunisme juga sosialisme. Keempat paham tersebut bersifat materialisme, yang artinya diciptakan manusia," ucap Ryamizard.

"Sementara Pancasila, lahir dari budaya Indonesia. Jika keempat paham tersebut diciptakan manusia, maka Pancasila itu pemberian oleh Tuhan. Pancasila itu tidak diciptakan, tapi digali. Sukarno yang menggali Pancasila dari kebudayaan masyarakat Indonesia," lanjutnya.

Oleh karena itu, Menhan berharap Pancasila dipertahankan dan terus disebarkan. Ia meminta para kader mencontoh Panglima Besar Jenderal Sudirman yang terus berjuang mengusir penjajah meski dalam keadaan sakit parah.

"Isi bela negara itu Pancasila. Dan Pancasila sendiri jika diperas, akan memuat satu nilai. Siapa yang tahu?" tanya Ryamizard kepada para kader.

Para kader menjawab dengan suara pelan dan ragu. Meskipun beberapa bisa memberikan jawaban yang dimaksud Ryamizard.

"Jangan ragu-ragu menjawabnya. Jadi Pancasila itu jika diperas memuat nilai gotong royong. Itu juga salah satu identitas kita," tutur Ryamizard.

Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya tidak ingin Indonesia dijadikan bulan-bulanan oleh para pelaku terorisme dan radikalisme. Menhan juga saat ini tengah memperketat peredaran bahan peledak untuk menghindari munculnya aksi teror. (hri/hri)