Bocah Pengidap Tumor ini Akhirnya Mau Dirawat Setelah Dibujuk Bupati Dedi

Bocah Pengidap Tumor ini Akhirnya Mau Dirawat Setelah Dibujuk Bupati Dedi

Tri Ispranoto - detikNews
Kamis, 14 Apr 2016 15:39 WIB
Bocah Pengidap Tumor ini Akhirnya Mau Dirawat Setelah Dibujuk Bupati Dedi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membujuk bocah pengidap tumor Agis Jainudin agar mau dibawa ke rumah sakit (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Dua bulan sudah Agis Jainudin (14) terbaring di tempat tidur. Dia tak mampu beraktivitas akibat benjolan di kakinya berkembang menjadi tumor ganas.

Awalnya benjolan yang berada di kaki kanan Agis tak bermasalah, namun saat bermain bola dia terjatuh dan terluka. Lama kelamaan luka itu pun tak kunjung pulih dan malah semakin parah hingga membengkak.

"Jatuhnya dua bulan lalu waktu main bola di Cikampek sama kakaknya," ucap ibu kandung Agis, Ai Masikah (46), saat ditemui di rumahnya di Kampung Mekarjaya, RT 14 RW 6, Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Kamis (14/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membujuk bocah pengidap tumor Agis Jainudin agar mau dibawa ke rumah sakit (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)

Menurut Ai, sebulan lalu anaknya masih bisa beraktivitas seperti berjalan dan lainnya. Namun benjolan di kaki anaknya itu semakin lama semakin meembesar dan menyebabkan Agis tak mampu lagi berjalan.

Sejak sebulan terakhir, Agis pun terus berbaring di tempat tidurnya. Dia tak bisa lagi beraktivitas karena kesakitan jika kakinya digerakan atau tersenggol.

"Sempat dibawa ke dokter dan katanya harus diamputasi. Anaknya enggak mau dan pilih pulang diam di rumah," tuturnya.

Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengaku mendapat informasi mengenai keberadaan Agis melalui layanan SMS Center. Dedi harus turun tangan karena Agis tidak mau dirawat dan diamputasi oleh dokter.

Agis akhirnya mau dibawa ke rumah sakit (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)

"Saya datang ke sini karena Agis tidak mau di bawa ke dokter. Tadi setelah ngobrol akhirnya dia mau," jelas bupati yang akrab disapa Kang Dedi itu.

Dedi mengungkapkan, Agis tak mau di bawa ke dokter karena takut kehilangan kaki kanannya jika diamputasi. Namun setelah mengobrol dan diberi pengertian oleh Dedi, Agis pun mau di bawa ke rumah sakit dan siap jika harus diamputasi.

Agis siang ini langsung di bawa ke RS Hasan Sadikin dengan menggunakan biaya dari kantong pribadi Dedi. Dedi beralasan jika menggunakan jaminan kesehatan dikhawatirkan akan memakan waktu, sementara Agis harus segera ditangani di rumah sakit.

Tak berselang lama Agis pun langsung dijemput menggunakan ambulans untuk segera menjelani operasi di RS Hasan Sadikin.

Sementara itu Dedi yang akan beranjak pulang tiba-tiba mendapat informasi jika ada warga lain yang sakit keras namun tak mau di bawa ke rumah sakit. Mendapati hal itu Dedi pun langsung menghampiri warga yang bernama Nana (60) di rumahnya yang berjarak sekira 200 meter dari rumah Agis.

Di usianya yang sudah tua, Nana tak mau membebani istri dan anak-anaknya jika harus berobat ke rumah sakit untuk mengobati kanker otak yang dideritanya sejak beberapa minggu lalu. Dia lebih memilih pasrah di rumah agar uang istri dan anak-anaknya tak habis untuk biaya rumah sakit.

Bupati Dedi Mulyadi menemui Nana (Tri Ispranoto/detikcom)

"Geus teu kudu sieun kanu biaya. Kabeh biaya rumah sakit jeung biaya nu ngadagoan di rumah sakit ditanggung ku saya. (Sudah enggak perlu takut soal biaya. Semua biaya rumah sakit sama biaya yang nunggu di rumah sakit saya tanggung semua)," tegas Dedi.

Selain memberikan bantuan pribadi sebagai biaya pengobatan terhadap Agis dan Nana, Dedi pun memberikan memasukan dua rumah mereka dalam program bedah rumah untuk dibenahi dan lebih layak huni. (hri/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads