"Sesama kader PDIP, saya dan Rano Karno memiliki peluang yang sama. Saya yakin Bu Mega punya pertimbangan yang matang," ujar JB kepada wartawan, Kamis (14/4/2016).
Mantan Bupati Lebak dua periode ini mengklaim elektabilitasnya lebih tinggi dari Rano. Dia meminta DPP PDIP memantau perkembangan elektabilitasnya, dibandingkan dengan perkembangan Rano Karno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPP sudah pasti akan menjatuhkan pilihan kepada Mulyadi Jayabaya untuk maju pada Pilgub Banten. Elektabilitas JB harus jadi pertimbangan penting bagi DPP dalam menentukan calon gubernur yang akan diusung dari PDI Perjuangan," ungkap Agus saat diwawancara terpisah.
"Selain Jawa Tengah, Banten adalah kunci kemenangan PDI-Perjuangan untuk wilayah barat Pulau Jawa. Jadi tidak mungkin DPP akan gegabah menjatuhkan pilihan," imbuhnya.
Menurut Agus, elektabilitas JB saat ini ada di atas Rano Karno. JB, kata Agus, terus turun ke bawah menjaring dukungan. Fokus JB adalah wilayah Tangerang Raya.
"Kami terus melakukan konsolidasi dengan potensi suara yang ada di wilayah Tangerang Raya. Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh di sana, yang akan menjadi kunci penggalangan suara," tutur Agus.
Menurut Agus, DPP harus belajar dari kekalahan Pilgub Kalimantan Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. PDIP, Agus melanjutkan, tak boleh tumbang di Banten.
"Pilkada itu patokannnya bukan hanya popularitas, tapi juga elektabilitas,"ย katanya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Sukira mengatakan, pihaknya akan mendukung siapapun pilihan Megawati Soekarnoputri.
"Prinsipnya, kita mendukung siapapun. Tapi tetap ketua umum yang akan menentukan siapa kader yang akan dicalonkan olehย PDIP nanti," ujar Sukira. (tor/van)










































