Korut Minta AS Tarik Sebutan 'Pelopor Tirani'
Rabu, 16 Mar 2005 17:40 WIB
Jakarta - Pemerintah Korea Utara (Korut) menolak untuk kembali ke meja perundingan mengenai isu nuklir, jika Amerika Serikat tidak menarik komentarnya yang menjuluki Pyongyang sebagai "pelopor tirani."Demikian disampaikan seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, seperti diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA, Rabu (16/3/2005) dan dilansir Reuters.Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri AS, Condoleezza Rice menyebut Korut sebagai "pelopor tirani". Statemen petinggi AS itu langsung menimbulkan kemarahan pemerintah Pyongyang.Negeri komunis itu bahkan menyatakan mundur dari keikutsertaannya dalam dialog enam negara -- Korut, Korsel, Jepang, AS, Cina dan Rusia -- guna menyelesaikan krisis nuklir Korut. Akibatnya, pembicaraan multilateral soal nuklir Korut yang telah digelar beberapa kali terhenti di tengah jalan. Pemerintah Korut menyatakan bahwa statemen-statemen yang dilontarkan Rice dalam beberapa wawancara belum lama ini, menunjukkan bahwa Washington sebenarnya tidak ingin mengadakan negosiasi nuklir.
(ita/)











































