Jika 3 in 1 Dihapus, Polisi Usulkan Pemda DKI Benahi Transportasi Massal

Jika 3 in 1 Dihapus, Polisi Usulkan Pemda DKI Benahi Transportasi Massal

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 14 Apr 2016 10:56 WIB
Jika 3 in 1 Dihapus, Polisi Usulkan Pemda DKI Benahi Transportasi Massal
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin (Foto: Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Wacana penghapusan sistem 3 in 1 yang tengah diuji coba dinilai hanya akan menambah parah kemacetan di Jakarta. Uji coba penghapusan aturan 3 in 1 juga nyatanya tidak membuat masyarakat beralih ke moda transportasi massal.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin mengusulkan kepada Pemda DKI untuk memperbaiki sistem transportasi massal apabila sistem 3 in 1 tetap akan dihapus.

"Moda transportasi massal ini yang belum optimal. Kalau bisa program yang ada dioptimalkan dulu misalnya TransJakarta diperbanyak, separator dimaksimalkan karena masih banyak penyerobotan di jalur busway," ujar Risyapudin kepada detikcom, Kamis (14/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Risyapudin menilai, selama uji coba penghapusan 3 in 1, masyarakat bukannya beralih menggunakan sarana transportasi massal, justru malah menggunakan mobil pribadi. Sehingga, kemacetan dirasa cukup signifikan selama uji coba tersebut dilakukan.

(Baca juga: Ahok Minta Polda Metro Dukung Penghapusan 3 In 1)

"Sehingga saran kami, program yang sudah ada yang sudah dicanangkan Pemda ini sudah komprehensif. Sehingga apabila ini dicabut akan timbulkan dampak sehingga semua tidak berjalan dengan baik, jadinya masyarakat mau pakai mobil pribadi yang tadinya kita mau pindahkan masyarakat ke angkutan massal," paparnya.

Risyapudin juga berharap Pemda DKI memperbanyak transportasi massal lainnya selain bus TransJakarta yang dapat memberikan keamanan dan kenyamanan sehingga masyarakat pengguna mobil pribadi mau beralih.

(Baca juga: Uji Coba Penghapusan 3 in 1 Berlanjut, Joki di Kuningan Hilang) (mei/hri)


Berita Terkait