Festival BAW dibuat lebih menarik dari tahun sebelumnya, seluruh peserta stand yang ikut berpartisipasi diberi kesempatan untuk berkompetisi menampilkan produk dan stand terbaik sesuai kreasinya.
Tak hanya menyediakan kuliner dan stand pameran yang menampilkan kerajian, di arena BAW juga disediakan panggung apresiasi seni dan budaya untuk atraksi beragam seni budaya selama berlangsungnya pameran Sabtu (9/4) hinggai, Rabu (13/4) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, anak muda kreatif berbakat juga diberi panggung untuk menampilkan seabrek keahlian. Dalam fashion show bertajuk "reborn" owner Isyam Syamsi butik itu menampilkan 20 batik khas Banyuwangi seperti kangkung setingkes, paras gempal, kopi pecah dan gajah uling dalam busana modern siap pakai.
"Art week tahun ini lebih baik dari tahun lalu, memberikan kami anak-anak muda dan desainer Banyuwangi berupa peluang, kesempatan dan panggung untuk menunjukkan ada bakat-bakat keren yang tak kalah dan mampu bersaing dengan desainer dari luar kota," ujar Isyam usai gelaran fashion show di panggung BAW, Rabu (13/4).
Seniman lainnya seperti Mameth Alas Malang yang ikut tampil dalam parade seni budaya menambahkan, ia yang selama ini hanya dianggap sebagai seniman 'jalanan' ikut bangga lantaran ia mulai diberi panggung dalam pentas Banyuwangi menampilkan tari kesenian kreasinya. Pria yang berperan sebagai mbok gemi itu pun secara luwes membawakan hiburan berupa nyanyian lipsing using bersama grup jazz kua etnika.
"Saya bangga karena kami berawal dari acara agustusan dan sekarang di art week diberi panggung. Bangga karena Banyuwangi dikenal tidak hanya di kota wisata tapi adat budaya tetap di lestarikan," cetus Mamethย usai menampilkan lipsing kupu tarung bersama kua etnika tersebut.
Stand kerajian dan kuliner terbaik juga diberi apresiasi dalam gelaran BAW. Seperti Arrizou, Republik Using, Hijabox, Bagiak Gajah Uling, Kalagepuk Bu Har dan Kenanga.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Banyuwangi, Alief Kartiono, Banyuwangi Art Week kali keempat merupakan atalase beragam produk kerajinan khas Banyuwangi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Saat ini UMKM termasuk penopang gerak ekonomi Banyuwangi. Jumlah sektor UMKM di Banyuwangi mencapai sekitar 296.000 unit dengan penyerapan tenaga kerja 501.379 orang.
"Jumlah itu meningkat jika dibanding tahun 2011 yang hanya 131 ribu UMKM," pungkasnya. (dra/dra)











































