"Saya awalnya kaget juga. Lho? Sambil geleng-geleng. Tapi itu kan baru merupakan gosip," ungkap Priyo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/4/2016) malam.
Priyo mengaku tidak mau ikut terlarut dalam polemik mengenai uang partisipasi ini. Mantan pimpinan DPR itu menyebut jika pun ada kritik dan saran, akan langsung kepada pihak panitia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena bisa jadi ada maksud baik terhadap itu, hanya mungkin memang jumlahnya menganggetkan banyak orang. Dan ternyata angka itu belum ada, hanya gosip. Dan angka itu tidak betul keluar dari mereka," lanjutnya.
Sebenarnya soal iuran untuk penyelenggara munaslub, Priyo mengaku tidak keberatan. Hanya saja tentunya dengan jumlah yang masuk akal sehingga tidak menimbulkan kontraproduktif.
"Kalau Rp 20 miliar kan nggak masuk akal. Kalau jumlahnya masih seimbang orang menyumbang saya kira silakan saja panitia menyiapkan aturan. Tapi nanti saya sampaikan lisan atau tertulis di DPP," ucap Priyo.
Ketua DPP Golkar ini pun berencana siang ini akan menyampaikan sikapnya terkait munaslub di Kantor DPP Golkar. Ada beberapa hal yang akan Priyo sampaikan.
"Saya berbecana pukul 14.00 WIB akan mengumumkan, pandangan saya tentang munas ini, di DPP Golkar. Saya akan mengumumkan sikap saya tentang munas ini, menyatakan sikap soal munas," jelas mantan Wakil Ketua DPR itu.
Priyo mengapresiasi munaslub yang akan digelar di Pulau Bali pada pertengahan Mei mendatang. Menurutnya, sudah ada banyak kemajuan terhadap aturan main yang akan dilaksanakan untuk Munaslub Golkar.
"Persyaratan yang diberikan, Golkar boleh dikatakan sebagai pioneer dalam pemilihan ketum partai, sebagai ajang demokrasi yang bukan hanya sangat demokratis tapi juga bersih," ujar Priyo.
"Ini bisa jadi model percontohan untuk munas-munas di partai lain. Ide mengenai syarat calon yang harus bebas narkoba, mengumumkan harta kekayaannya, melaporkan pajak dan sebagainya. Itu adalah terobosan yang dipatut diapresiasi," imbuh dia.
Panitia penyelenggara munaslub pun dinilai Priyo telah memunculkan sejumlah gagasan yang gemilang. Termasuk diundangnya para calon ketua umum Golkar untuk menyampaikan ide-ide besarnya di 5 zona, yaitu zona Sumatera, zona Jawa, zona Kalimantan, zona Sulawesi, dan zona Indonesia bagian timur.
"Itu adalah ide yang brilian, dengan demikian para pemilik suara biasa tahu langsung kandidat dengan ide-idenya. Dan ini ide pak Aburizal, bahwa akan ada debat Caketum yang akan disiarkan langsung di beberapa stasiun TV. Ini suatu hal yang betul-betul harus diapresiasi tinggi," terang Priyo.
Priyo pun yakin bahwa pelaksanaan munas kali ini akan berjalan dengan baik. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri dengan baik sebagai modal pertarungan melawan kader-kader andal Golkar lainnya.
"Dengan itu semua saya meyakini saya memilih untuk maju sebagai caketum," tukasnya.
Sebelumnya Ketua SC Munaslub Golkar Nurdin Halid sudah membantah panitia penyelengga menentukan uang Rp 20 M bagi pihak yang ingin maju sebagai caketum. Meski begitu, ia memastikan memang ada uang partisipasi yang harus disetor untuk membiayai sosialisasi dan sebagian biaya Munaslub.
"Ini dilakukan untuk mempersempit peluang money politics. SC belum pernah ada keputusan angka Rp 20 miliar. Nanti diserahkan ke pimpinan komite untuk merumuskan, kemudian dilaporkan ke SC. Setelah itu, SC melaporkan ke DPP untuk diplenokan," beber Nurdin, Rabu (13/4). (elz/bal)











































