Tak Setuju Ada Setoran Rp 20 M untuk Ceketum Golkar, JK: Nanti Kebiasaan

Laporan dari Istanbul

Tak Setuju Ada Setoran Rp 20 M untuk Ceketum Golkar, JK: Nanti Kebiasaan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 23:56 WIB
Tak Setuju Ada Setoran Rp 20 M untuk Ceketum Golkar, JK: Nanti Kebiasaan
Foto: Jusuf Kalla (Iqbal/detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) tidak menyetujui adanya uang mahar Rp 20 miliar bagi setiap calon ketum Golkar pada Munaslub nanti. Setoran itu dianggap akan merusak tradisi Golkar.

"Rp 20 miliar terlalu besar dan nantinya jadi kebiasaan," ujar JK di sela-sela kunjungan di Istanbul, Turki, Rabu (13/4/2016).

Besarnya uang mahar dianggap akan membunuh kesempatan kandidat yang memiliki potensi dan kemampuan dalam memimpin Golkar di masa akan datang. Selain itu nominal mahar yang ditawarkan terbilang tidak masuk akal di mata JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti ongkos politik di Golkar akan mahal dan ini berbahaya untuk ke depan," ucap Wapres RI itu

Menurut JK, biasanya para kandidat akan membantu menyiapkan akomodasi kepada DPD yang akan datang ke lokasi Munas Golkar. Diperkirakan jumlah uang yang disiapkan sebesar Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar untuk akomodasi DPD.

JK tidak menyangkal ongkos pelaksanaan Munas Golkar memang tidaklah murah. Namun proses penjaringan ketum Golkar juga telah memiliki tata tertib dan aturannya sendiri.

Menurutnya, setiap orang boleh saja mendaftarkan diri menjadi kandidat asal telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. "Tapi kan kemudian dibatasi pada pemilihan pertama bahwa harus mendapatkan 30 persen kursi," kata JK.

Dari batasan perolehan suara awal tersebut, maka JK memperkirakan hanya akan ada 2 hingga 3 kandidat ketum Golkar yang akan masuk bursa pemilihan. Sekali lagi, JK menekankan uang mahar kandidat ketum sebesar Rp 20 Miliar akan merusak Golkar ke depannya.

(fiq/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads