Jelang Munaslub, Syahrul Yasin Jamu Akom dan Bamsoet di Rumah Dinasnya

Jelang Munaslub, Syahrul Yasin Jamu Akom dan Bamsoet di Rumah Dinasnya

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 21:43 WIB
Jelang Munaslub, Syahrul Yasin Jamu Akom dan Bamsoet di Rumah Dinasnya
Foto: Akom Dkk di Makassar (M. Nur Abdurrahman/detikcom)
Jakarta - Calon Ketua Umum Golkar Ade Komaruddin (Akom) didampingi rekannya Bambang Soesatyo (Bamsoet) menemui Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di rumah dinasnya, Makassar. Pertemuan ini terkait dengan persiapan Munaslub Golkar 2016.

Pertemuan itu digelar di rumah dinas Gubernur di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu (13/4/2016) malam. Selain Akom dan Bamsoet, hadir juga tokoh Golkar lain, adik Wapres RI Halim Kalla, Erwin Aksa, Bobby Suhardiman, Markus Nari dan Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani.

Para tamu itu mengenakan baju berwarna kuning khas Golkar. Mereka dijamu dalam acara makan malam resmi yang diiringi pertunjukan musik dan parodi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syahrul, Munaslub menjadi momen sejarah kebangkitan atau sekaligus kehancuran partai bila Golkar gagal menghadirkan konsolidasi dan persatuan kader-kader Golkar.

"Sebagai sahabat kita berjanji saling mengunjungi, apa pun yang terjadi kita sama-sama. Kalau saya terpilih pasti ada Akom di dalamnya, begitupun sebaliknya," tutur Syahrul.

Syahrul menyebutkan saat ini sudah 288 Pengurus DPD Golkar yang sudah menemuinya di Makassar. Adapun yang telah memberikan rekomendasi dukungan sebanyak 154 DPD.

Sementara menurut Akom sendiri, kunjungannya ke Makassar menemui Syahrul hanya bicara tentang persaudaraan untuk membangun bangsa.

Akom mengaku alasannya maju jadi Caketum karena dikompori oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Akom juga mengaku tidak ada sekat antara dia dengan Syahrul, bahkan kerap bertemu Syahrul diam-diam di Mess Pemprov Sulsel di Jakarta untuk membahas persoalan bangsa dan partainya.

"Tidak aneh kalau Sunda dan Makassar bersatu. Kalau ada Mang Ihin (Solihin GP) dan Mang JK, ada juga Mang Akom dan Mang Syahrul atuh. Kita tetap bersatu karena masih ada orang tua kita, seperti Pak JK," pungkas mantan Ketua Umum Depinas Soksi ini sambil kelakar.

(mna/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads