Lagi-lagi, Ada yang Kecolongan di Mabes Polri
Rabu, 16 Mar 2005 17:07 WIB
Jakarta - Meski di tempat markasnya aparat keamanan, bukan berarti bisa luput dari kasus kecolongan. Ironisnya lagi, pelakunya tidak ada yang tertangkap.Nasib apes kali ini menimpa seorang wartawan harian sore yang biasa ngepos di Mabes Polri. Siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (16/3/2005). Budi, demikian namanya, sedang mengisi baterai HP Nokia 6310 miliknya di ruang tunggu Bareskrim Mabes Polri.Karena sedang meliput, HP itu ditinggalkan sekitar setengah jam. Setelah selesai liputan, Budi kembali ke tempat HP-nya terakhir ditinggalkan untuk memeriksa apakah baterainya sudah penuh atau belum.Apa daya, Budi hanya bisa terperangah. HP-nya sudah raib, tinggal alat charger yang masih tercolok. Padahal posisi HP-nya tersembunyi di balik bangku.Memang ruang tunggu Bareskrim siang tadi cukup ramai, mulai dari pengacara maupun keluarga yang hendak menjenguk atau ada keperluan dinas yang berdatangan.Setelah mengetahui HP-nya hilang, Budi sempat mencoba menghubungi HP-nya dengan meminjam HP temannya. Sempat tersambung, tapi tidak ada jawaban. Ketika untuk kedua kalinya dicoba, HP-nya sudah tidak aktif lagi. Budi pun hanya bisa menghela nafas lemas.Kejadian kehilangan HP bukan pertama kalinya terjadi di Mabes Polri. Sebelumnya bahkan seorang jenderal bintang tiga Komjen Pol Purn Erwin Mappaseng pernah kehilangan HP Nokia seri tujuh sekitar dua tahun lalu.Saat itu Mappaseng menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Dia sedang menggelar konferensi pers yang dihadiri puluhan wartawan lokal dan asing. HP-nya diletakkan di atas meja konferensi pers. Hingga sekarang HP itu tidak pernah kembali dan pelakunya tidak tertangkap.Setahun lalu pernah juga seorang wartawan kehilangan HP Nokia 6610 saat menunggu pemeriksaan salah seorang tersangka kasus korupsi. Meski pelakunya juga tidak tertangkap, tapi untungnya HP itu bisa kembali ke pemiliknya.Kok bisa? Rupanya sang wartawan dengan penuh keberanian mendatangi satu per satu ruang kantor Mabes Polri, sambil mengancam akan melaporkan kasus tersebut bila HP tidak kembali.Tak dinyana, ada salah seorang anggota kepolisian yang mengembalikan HP tersebut dengan mengatakan ada yang menitipkan dan berharap tidak berkepanjangan kasusnya.Selain kasus kecolongan HP, ternyata oh ternyata, barang yang juga laris diincar sang pencopet misterius adalah jaket motor yang biasa ditinggal di tempat parkir.Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 5 kasus kecolongan jaket motor yang menimpa wartawan. Bahkan ada seorang wartawan yang kehilangan jaket dua kali berturut-turut.Yang paling tragis adalah kasus kecolongan motor yang terjadi tahun lalu di tempat parkir motor di belakang masjid yang menimpa seorang pengunjung. Sore hari saat sang pengunjung akan mengambil motornya, ternyata sudah raib. Dia pun hanya bisa terbengong-bengong seakan tidak percaya bisa kecolongan di tempat markasnya polisi.Memang, setiap kendaraan bermotor yang masuk ke Mabes Polri tidak diberi tiket. Tempat parkir juga memang tidak dijaga secara khusus, baik di halaman belakang Bareskrim maupun di belakang Masjid Al Ikhlas Mabes Polri.Jadi, waspada itu memang harus diterapkan di mana-mana, sebab aksi copet tidak pandang tempat.
(sss/)











































