Megahnya 'Gedung Putih' di Aceh, Tempat Wali Nanggroe Berkantor

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 13:47 WIB
Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Bangunan kompleks Meuligoe Wali Nanggroe yang dibangun di atas tanah seluas 11 hektare diresmikan, Rabu (13/4/2016). Peresmian dilakukan dengan mempeusijuk (tepung tawari) salah satu gedung. Ini penampakan gedung bercat putih tersebut.

Gedung bercat putih yang dibangun dengan biaya sebesar Rp 97 miliar itu terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh. Setelah peresmian dilakukan, Wali Nanggroe Malik Mahmud akan berkantor di sana. Meski sudah diresmikan, namun ada beberapa bangunan lagi yang belum siap dibangun.

"Ada beberapa fasilitas lain yang belum tersedia di sini. Ke depan akan terus kita bangun," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam sambutannya.

Foto: Agus Setyadi/detikcom

Pembangunan meuligoe Wali Nanggroe dibangun sejak 2010 hingga 2015 lalu. Sejumlah bangunan yang sudah tersedia di sana di antaranya yaitu kantor, rumah dinas wali nanggroe, bangunan mes, masjid dan lainnya. Sedangkan gedung katibul wali (sekretaris wali nanggroe) masih dalam tahap pengerjaan.

Menurut Gubernur, sebelum menempati bangunan tersebut, Wali Nanggroe Malik Mahmud yang bertugas untuk mempersatukan masyarakat Aceh menumpang berkantor di gedung Majelis Adat Aceh. Dengan adanya komplek 'gedung putih' tersebut, diharapkan kerja wali nanggroe menjadi lebih efektif.

"Lembaga wali nanggroe ini suatu lembaga yang memiliki kekhususan di Aceh. Lembaga ini lahir dari hasil perundingan Helsinki," jelasnya.

Foto: Agus Setyadi/detikcom

Di Aceh, seorang wali nanggroe bertugas untuk menjadi pemersatu bagi seluruh masyarakat Aceh, menjaga adat dan tradisi, meninggikan Dinul Islam, dan menjaga perdamaian.

"Untuk mendukung kerja ini dibutuhkan tim dan fasilitas kantor yang cukup. Gedung wali nanggroe ini sudah cukup memadai walaupun sederhana," ungkap Zaini.

Sementara itu, Wali Nanggroe, Malik Mahmud, mengatakan, dengan diresmikan kompleks tersebut diharapkan kerjanya dapat lebih efektif. "Bangunan ini agar bisa segara kita gunakan dan membawa Aceh ke arah yang lebih baik," kata Malik Mahmud. (trw/trw)