"Tujuannya untuk pendaftaran crew udara yang lebih baik. Air crew, cockpit crew, cabin crew nggak harus ke sini (kantor Kemenhub-red) kalau untuk pendaftaran registrasi saja. Jadi bisa dilakukan di mana saja dan mereka akhirnya tidak membuang waktu lah di sini," tutur Menhub Ignasius Jonan.
Hal itu disampaikan Jonan seusai peluncuran "Perizinan Online Personel Operasi Pesawat Udara Pilot, Pramugari dan Flight Operation Officer" di gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jonan, efektivitas aplikasi ini akan berdampak juga bagi pengguna moda transportasi udara. Hal itu dikarenakan jadwal penerbangan lebih bisa diatur dan menghindari awak pesawat antre dalam proses perizinan.
"Kalau nggak membuang waktu, kalau untuk pelanggan mereka apa? Ya lebih efisien. Jadi jadwal terbang itu lebih bisa diatur lebih efektif. Sehingga pesawatnya mungkin kemungkinan terlambat karena crew-nya lagi daftar di sini, jadi bisa dikurangi akibat proses ini," jelas Jonan.
Foto: Ahmad Masul Khoiri |
Namun, Jonan menyanggah jika sistem terdahulu adalah penyebab dari keterlambatan pesawat. Dikatakannya hal tersebut berasal dari awak pesawat yang terlambat.
"Bukan karena proses manual. Tapi karena kabin crewnya telat. Bisa aja gitu. Ya karena kabin crewnya telat aja gitu. Dan ini nggak efisien sekali," kata Jonan.
Jonan menjelaskan, pihaknya tengah menambah cabin crew inspector juga principle operation inspector. Mereka adalah inspektur untuk pemeriksaan operasi atau penerbangan yang juga memeriksa cabin crew.
"Tujuannya untuk masyarakat untuk mengurangi memperbaiki tingkat keselamatan," pungkasnya. (nwk/nwk)












































Foto: Ahmad Masul Khoiri