Nurdin Halid: Isu Setoran Rp 20 M Dikembangkan Caketum yang Andalkan Uang

Golkar Panas Jelang Munas

Nurdin Halid: Isu Setoran Rp 20 M Dikembangkan Caketum yang Andalkan Uang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 12:24 WIB
Nurdin Halid: Isu Setoran Rp 20 M Dikembangkan Caketum yang Andalkan Uang
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Muncul wacana setoran Rp 20 miliar bagi caketum Golkar untuk menghindari politik uang. Ketua SC Munaslub Golkar, Nurdin Halid, menyebut panitia belum menetapkan besaran nominal.

"Panitia belum pernah membicarakan dan menetapkan jumlah tersebut. Jadi hal itu pasti dikembangkan oleh orang-orang yang mengandalkan uang untuk maju bukan ide dan gagasan," jelas Nurdin saat dikonfirmasi, Rabu (13/4/2016).

Nurdin menyebut bila usulan nominal Rp 20 miliar bukan dari panitia. Dia menyebut besaran angka tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak jujur dalam melaporkan harta kekayaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada sama sekali pembicaraan di panitia. Jadi itu pasti kehawatiran orang-orang yang selama ini mungkin tidak jujur dalam melaporkan harta kekayaan atau tidak jujur bayar pajak," katanya.

Sebagai ketua SC Nurdin menjamin pelaksanaan Munaslub berjalan sesuai anggaran dasar dan rumah tangga partai (AD/ART). Dia berjanji aturan yang dibuatnya nanti akan meminimalisir politik uang.

"Insya Allah SC akan ketat dalam menerapkan aturan dengan tidak melanggar AD/ART. Dengan tujuan yang sangat mulia yaitu meminimalkan politik transaksional yang cenderung sangat negatif dalam upaya membangkitkan partai Golkar," katanya.

Sebelumnya Ketua OC Zainudin Amali menuturkan wacana setoran ke panitia bertujuan untuk mencegah praktik politik uang. Besarannya pun belum diketok jadi kesepakatan, nominalnya masih bervariasi. Tapi ada yang mengusulkan hingga Rp 20 miliar.

"Saat rapat disinggung, berapa sih? Ada yang ngomong begini begitu. Ada yang muncul angka Rp 20 M. Dan itu belum jadi keputusan," ujar Amali di Gedung DPR, Selasa (12/4). (ams/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads