Warga Klaten 'Segel' Lokasi SUTET

Warga Klaten 'Segel' Lokasi SUTET

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2005 16:26 WIB
Klaten - Penolakan pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) digelar warga Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah. Mereka menilai PLN telah sewenang-wenang membangun jaringan SUTET di areal pemukiman desa wisata ziarah tersebut. Dalam aksinya, warga 'menyegel' lokasi pembangunan SUTET.Sekitar seratus warga, Rabu (16/3/2005) bersama-sama melakukan aksi 'penyegelan' lokasi proyek pembangunan SUTET 400 KV jalur Pedan - Tasikmalaya yang berada di tengah desa mereka. Selama ini Jimbung dikenal sebagai salah satu desa tujuan wisata ziarah di Klaten. Akibat aksi itu para pekerja tower SUTET menghentikan pengerjaan proyek.Warga mengaku telah sampai pada puncak kemarahan karena aspirasi mereka selama ini sama sekali tidak digubris oleh pihak PLN. Sejak awal, aku warga, mereka memperbolehkan pembangunan SUTET asal dilewatkan di areal persawahan dan bukan di areal pemukiman."Kami khawatir terjadi kebocoran tegangan dan radiasi yang bisa berdampak menggangu kesehatan kami. Selain keberadaan SUTET juga dipastikan akan menurunkan harga jual tanah kami. Sejak mula kami telah mengalah dengan memberikan tanah perswawahan, namun pihak tetap membangun di areal pemukiman," ujar salah satu warga saat ditemui di lokasi aksi."PLN memang telah tutup mata dan telinga menanggapi keluhan kami. Mereka (PLN) dari dulu tidak pernah melakukan sosialisasi tentang lokasi pembangunan tower Sutet tersebut. Seiring dengan itu warga juga menerima intimidasi dan teror, bahkan penganiayaan yang dilakukan oleh pihak tertentu," lanjut pemuda yang karena alasan keselamatan jiwa, menolak disebut namanya tersebut.Setelah melakukan aksi pemblokiran lokasi pembangunan tower, masih di tempat tersebut mereka menggelar shalat hajad bersama-sama. Meskipun dalam emosi yang sedang meninggi, jalannya shalat tetap terlihat tertib dan kusyuk. Bahkan di antaranya terlihat menangis dalam shalat dan doanya. Sedangkan para pekerja tower terlihat menonton dari jarak yang cukup jauh. (nrl/)


Berita Terkait