Hadiri KTT OKI, Wapres JK Bawa Isu Palestina dan Konflik Negara Islam

Hadiri KTT OKI, Wapres JK Bawa Isu Palestina dan Konflik Negara Islam

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 07:32 WIB
Hadiri KTT OKI, Wapres JK Bawa Isu Palestina dan Konflik Negara Islam
Wapres Jusuf Kalla (Foto: Ferdinan/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki. Indonesia akan membawa isu Palestina dan Konflik Negara Islam.

JK bersama rombongan juga dijadwalkan akan bertemu langsung dengan Presiden Turki Erdogan Recep Tayyip Erdogan. Keberangkatan JK dijadwalkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/4/2016) pukul 7.30 WIB.

Selama berada di Istanbul, JK akan mengikuti seluruh kegiatan KTT OKI, termasuk one on one meeting. Indonesia akan membawa isu Palestina dan konflik negara Islam di forum internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agenda rutin membawa isu Palestina, karena isu ini semakin tertinggal," ujar Kepala Deputi Bidang Kebijakan Pemerintahan, Dewi Fortuna Anwar jelang keberangkatan menuju Turki.

Dewi mengatakan, isu Palestina merupakan pekerjaan rumah dunia internasional yang belum terselesaikan hingga saat ini.

"Kita akan laporkan hasil KTT Luar Biasa OKI di Jakarta kemarin," ucapnya.

Sebelumnya, JK mengatakan KTT OKI akan membahas tantangan dunia Islam serta penguatan kerja sama di antara negara-negara OKI.

"(Pembahasan) pertama bagaimana kedamaian, perdamaian dan pencegahan konflik di negara-negara anggota OKI sendiri, itu yang paling pokok kemudian menjaga persatuannya," ujar JK.

JK yang menjadi ketua delegasi Indonesia di KTT OKI menegaskan posisi Indonesia yang selalu siap turut serta dalam upaya perdamaian di negara-negara Islam.

"Indonesia akan selalu dan siap untuk jadi bagian dari perdamaian negara-negara Islam khususnya Timur Tengah. Konflik Timur Tengah itu dimulai karena kegagalan negara Timur Tengah yang disebabkan oleh invasi oleh nengara besar, negara barat AS. Hari ini ini saya baru baca Obama (Barack Obama) minta maaf menyadari kesalahannya dalam invasi ke Libya," sambungnya. (fiq/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads