Terima 24 Mahasiswa Malaysia, Kadisbudpar NTB Jelaskan Soal Wisata Halal

Terima 24 Mahasiswa Malaysia, Kadisbudpar NTB Jelaskan Soal Wisata Halal

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 12 Apr 2016 17:35 WIB
Terima 24 Mahasiswa Malaysia, Kadisbudpar NTB Jelaskan Soal Wisata Halal
Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Lombok - Sore ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Faozal menerima 24 mahasiswa asal Malaysia. Tepatnya mahasiswa dari Universitas Teknologi Mara, Puncak Alam, Selangor, Malaysia.

Mahasiswa yang berasal dari Fakultas Pengurusan Hotel dan Pelancongan ini akan berada di Lombok hingga Kamis (14/4) mendatang. Dalam paparannya, Faozal menjelaskan mengenai wisata halal yang baru saja dijalankan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

"Saya menyampaikan terima kasih. Saya sangat bahagia sore hari ini dapat bertemu para puan-puan yang datang dari Selangor, Malaysia. Pariwisata di NTB ini NTB ada dua pulau yaitu Pulau Lombok dan Mataram ibu kota provinsi. Lalu ada Pulau Sumbawa. Ada 11 destinasi di sini," kata Kadisbudpar Lalu M Faozal di Ruang Tamu, Disbudpar, Jalan Langko, Mataram, NTB, Selasa (12/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Lombok ini kami sedang galakan wisata halal. Dimana para pelancong muslim tidak susah mencari makanan halal. Dan hampir pasti 100% restoran di sini adalah halal," lanjutnya.

Faozal juga menambahkan tidak hanya restoran saja yang 100% halal, khususnya di Mataram, semua hotel sudah terpasang informasi mengenai arah kiblat. Sehingga wisatawan muslim tidak sulit mencari arah kiblat.

"Hal itu kita lakukan sebagai upaya representasi Lombok yang sudah dinobatkan oleh sebuah lembaga di Abu Dhabi sebagai World Halal Destination. Selain itu juga sebagai World Honeymoon Destination," ucap Faozal.

Untuk mewujudkan destinasi halal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB melarang penjualan minuman beralkohol di Kota Mataram. Untuk itu Kota Mataram saat ini sudah tidak ada lagi minuman beralkohol.

Foto: Yudhistira AS/detikcom

"Aktivitas pariwisata di Lombok ini bersanding antara konvensional tourism dan halal tourism. Konvensional tourism itu adalah untuk orang-orang yang terbiasa dengan kehidupan malam dan juga ada kehidupan berbikini, alkohol juga ada seperti di Gili Trawangan," papar Lalu M Faozal.

"Tetapi ketika kita di Kota Mataram maka warna halal di sini sudah terasa. Kota ini penuh kuliner dan disini zero alkohol. Tak ada alkohol di Mataram. Semua halal," lanjutnya.

Faozal juga menjelaskan bahwa Islam masuk di Lombok berawal dari Jawa dan Makassar. Meskipun demikian, campuran Hindu masih terasa di sini.

"Kalau puan ke Bali, puan gak bisa melihat Lombok. Juga tak bisa melihat masjid begitu banyak. Kalau puan ke Lombok, puan akan melihat pura juga masjid. Ada juga di sini kampung Arab. Di sini beragam," ucap Faozal.

Faozal juga berpesan kepada para mahasiswa asal Malaysia tersebut untuk sering berkunjung ke Lombok. Apalagi lanjut Faozal kini sudah dibuka penerbangan langsung dari Kuala Lumpur menuju Lombok begitu pun sebaliknya.

"Wisatawan Malaysia ke Lombok tahun ini naik 100 persen karena di sini sudah ada direct flight Kuala Lumpur ke Lombok, begitu pun sebaliknya. Jadi sering-sering main ke Lombok," tuturnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Pengurusan Hotel dan Pelancongan Mohammad Abdullah Hemdi menuturkan dirinya beserta para mahasiswanya berkesan sekali dengan Lombok. "Ini dua kali saya ke Lombok. Ada banyak sekali kemajuan yang terlihat. Surau-surau pun nampak, banyak masjid pun di sini. Terlihat sudahlah destinasi halalnya," tutur Hemdi.

(yds/trw)


Berita Terkait