Soal Paripurna BBM
FPDIP & FKB Tak Takut Kalah
Rabu, 16 Mar 2005 15:45 WIB
Jakarta - Peta terakhir, 7 fraksi akan memilih paripurna DPR tidak perlu menentukan sikap kenaikan harga BBM dan 3 fraksi memilih sebaliknya. FPDIP dan FKB tidak takut bila dalam voting, kubunya kalah. Informasi yang didapatkan detikcom, tujuh fraksi yang kemungkinan besar akan memilih masalah BBM dikembalikan kembali ke alat kelengkapan DPR (menolak paripurna DPR bersikap) adalah FPG, FPD, FBPD, FPPP, FPKS, FPBR dan FPAN. Sedangkan tiga fraksi yang berseberangan adalah FPDIP, FKB, dan FPDS. Saat ditemui wartawan, Sekretaris FPDIP Jacob Mayong Padang membenarkan peta terakhir itu. "Di dalam rapat konsultasi dengan pimpinan DPR, memang perbandingannya 7:3," kata Jacobus di gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta saat akan memasuki ruang rapat paripurna, Rabu (16/3/2005). Namun, kata Jacobus, di dalam paripurna nanti, belum tentu posisinya seperti itu. "Bisa jadi ada perubahan. Kita tunggu saja. Kalau kalah, FPDIP siap untuk menggolkan hak angket yang sebelumnya sudah diajukan," ungkap Jacobus yang mencoba menyembunyikan rasa pesimistisnya untuk menang. Jacobus tidak mempermasalahkan apakah pihaknya akan menang atau kalah dalam voting secara terbuka nanti. "Kalah atau menang soal kedua. Yang penting bagaimana supaya rapat bisa mengambil keputusan. Kita tidak mau membawa kembali kasus ini ke komisi terkait, karena ini menyangkut harkat dan martabat DPR," tegasnya. Mengenai tiga fraksi yang akhirnya berbalik ke kubu FPG dan FPD, Jacobus menyatakan, "Itu bukti bahwa mereka hanya menolak di forum, tapi esensinya tidak."Sementara itu Ketua FKB Ali Masykur Musa menyayangkan pilihan mengembalikan masalah BBM ke alat kelengkapan dewan tanpa memberi batas waktu yang tegas. "Kami sempat mengusulkan agar masalah ini harus selesai dalam masa sidang sekarang. Tapi, usul tersebut ditolak 7 fraksi," kata dia. Lantas, bagaimana bila kubunya kalah voting dalam paripurna nanti? "Akhirnya ya kita hanya ingin menunjukkan kepada rakyat, agar tahu sesungguhnya yang terjadi di sini," ujarnya.
(asy/)











































