"Tidak ada niat pimpinan dewan untuk bermain-main dengan RUU Tax Amnesty," kata Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016).
Saat rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang dipimpin Ade Komarudin, pimpinan DPR lain tidak hadir. Taufik menyebut itu masalah nonteknis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, rapat konsultasi dengan presiden bisa dilakukan secara paralel saat pembahasan di DPR. Tetapi masih perlu dibahas lagi soal apakah RUU Tax Amnesty ini dibahas di komisi atau pansus.
"Substansinya sudah sepakat. Tinggal apakah akan dibahas di komisi atau pansus," ucap Taufik.
Hasil rapat Bamus yang dipimpin Akom memang berbeda dengan hasil rapat pekan lalu. Bila sebelumnya DPR berencana mengadakan rapat konsultasi dengan presiden soal RUU Tax Amnesty, rapat kemarin memutuskan untuk langsung membahas.
Hal ini pun dipersoalkan oleh Fadli Zon. Seharusnya, rapat Bamus dihadiri minimal dua orang pimpinan DPR dan itu tidak terjadi kemarin.
"Rapat pengganti Bamus kemarin tidak sah karena hanya dihadiri 1 pimpinan DPR.Β Ada kesan mengakali hasil bamus sebelumnya. Rapat yang kemarin sangat aneh," ujar Fadli di Gedung DPR, Selasa (12/4).
"Saya ikut mempersoalkan kenapa (Akom) sendirian pimpin bamus. Kesanya itu seperti diam-diam. Saya kira tidak bisa pimpin DPR seperti itu," tambahnya. (imk/tor)











































