BPOM Temukan 70 Kg Usus Berformalin Dalam Operasi Opson V

BPOM Temukan 70 Kg Usus Berformalin Dalam Operasi Opson V

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 12 Apr 2016 14:09 WIB
BPOM Temukan 70 Kg Usus Berformalin Dalam Operasi Opson V
Kepala BPOM, Roy Sparringa (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Indonesia ikut berpartisipasi dalam Operasi Opson V. Operasi ini merupakan operasi global di bawah koordinasi Interpol yang bertujuan mengidentifikasi dan memberantas jaringan kejahatan terorganisir di balik perdagangan makanan ilegal.

Dalam operasi yang digelar pada Januari-Februari 2016 dengan memfokuskan pada pemberantasan pangan olahan ilegal dan tidak memenuhi syarat. Operasi ini berhasil menemukan dan menyita barang pangan ilegal sebanyak 4 juta lebih dengan nilai ekonomi mencapai 18 miliar rupiah.

Namun, Interpol dalam rilisnya pada Rabu (30/3) menyampaikan bahwa didapatkan juga temuan bahan berbahaya dalam usus ayam. Total temuan tersebut sebanyak 70 Kg usus ayam tersebut mengandung formalin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rilis tersebut tertulis, Di Indonesia, pejabat menemukan 70 Kg usus ayam mengandung formalin. Selain itu juga petugas gabungan menemukan 310 ribu produk makanan ilegal yang diselundupkan dalam perahu dari Malaysia.

"Yang bahayanya, formalin dan boraks diekspos dunia internasional yang ditemukan pada usus ayam. Penemuan ini memalukan, karena nilai ekonominya 4 juta rupiah. Ini tidak lazim terjadi di Indonesia," ujar Kepala BPOM, Roy Sparringa di kantornya di Jalan Percetakan Negara, Selasa (12/4/2016).

Meski begitu, Roy mengatakan, ini adalah momen yang baik untuk terus melakukan pengawasan atas penyalahgunaan bahan berbahaya tersebut pada makanan lainnya. Ke depan, BPOM akan meningkatkan kerjasama dengan lembaga atau kementerian lain untuk melakukan pengawasan dan penindakan.

"Ini momen yang baik untuk mencegah. Ke depan, akan bekerja dengan kementerian dan lembaga terkait menggunakan momen penting ini untuk berantas penyalahgunaan formalin pada daging dan ikan," ujarnya.

Roy menduga, usus ayam berbahan formalin ini berasal dari rumah pemotongan hewan ilegal. Dirinya pun mengajak masyarakat untuk melaporkan apabila ditemukan barang pangan yang ilegal.

"Dugaan kami, itu berasal dari rumah pemotongan hewan yang tidak resmi. Perlu kerjasama pengawasan terhadap rumah pemotongan hewan yang tidak resmi tersebut. Masyarakat juga diminta bekerja sama menghindari adanya bahan pangan yang membahayakan," tuturnya.

Tahun ini merupakan tahun pertama Indonesia berpartisipasi dalam Operasi Opson, di mana Badan POM ditunjuk sebagai Koordinator Nasional dalam pelaksanaan Operasi Opson V. (rvk/rvk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads